Laporan Jurnalis Kalbar :Yahya Iskandar
TOpikterkini.com, Kalbar – Senin siang sekitar pukul 10.00 WIB, seusai menerima tamu di ruang kerjanya Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si balik kanan menuju Kota Kecamatan Nanga Taman melayat almarhumah Then Jam Djam Fa. Almarhum merupakan ibunda dari bapak Abut Nanga Taman.
Namun Sebelum meninggalkan kantor, Bupati Sekadau Rupinus berkesempatan menerima cindera mata dari mantan Dandim 1204 Sanggau Letkol Inf. Hery Purwanto, S.Sos. Cindera mata mantan Dandim sanggau Hery Purwanto ini diserahkan oleh Danramil Sekadau Hilr, Senin 6 Mei 2019.
Bupati Rupinus yang kala itu menggunakan pakaian dinas ASN lengkap dengan jengkol jabatan langsung dipersilankan keluarga untuk melihat jenasah almarhum Then Jam Djam Fa yang sudah terbaring kaku.
Abut bercerita kepada Bupati Sekadau Rupinus, Ibundanya meninggal dunia di rumah kediamannya pada hari Minggu 5 Mei 2019 pukul 23.35 WIB. Abut juga menyebutkan, saat meninggal usia ibudanya sudah 74 tahun.Sambil memegang gelas plastik berisi es teh, Bupati juga bercerita tentang almarhum Then Jam Djam Fa. Cerita Bupati Rupinus, selama sakit, almarhum Then Jam Djam Fa sering tanya Bapak Bupati, dia tanya kabar Bupati.
Apalagi sebut Rupinus, semasa hidupnya almarhum sering pergi ke pantok, karena waktu itu almarhum dan keluarga sempat tinggal di sekotong. Bupati Rupinus menganggap almarhum sebagai kakak sebagai saudara.
“Dulu waktu saya masih kecil, ibu Then Jam Djam Fa sering ke Pantok, beliau saya anggap kakak, saya anggap keluarga.
Almarhum orangnya periang, beliau juga suka bercerita. Ketika ketemu, beliau suka cerita masa lalu kecil saya padahal saya sudah lupa,” kenang Bupati Rupinus.
Terakhir Bupati Rupinus menyampaikan atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah Kabupaten Sekadau menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya almarhum Then Jam Djam Fa.
“Selamat jalan Ibu Then Jam Djam Fa, berbahagialah bersama para kudus di surga,” tutur bupati Rupinus.
Tak lama setelah bincang-bincang dengan keluarga dan beberapa orang tokoh masyarakat bupati Rupinus pamit pulang kesekadau. Namun sebelum pulang menuju Sekadau, Bupati Rupinus membakar hio yang adalah adat budaya tionghoa yang maknanya untuk penghormatan terakhir kepada almahum.
Selain membakar Hio Bupati Rupinus juga membakar sekinci atau uang kecil yang maknanya sebagai uang bayar untuk almarhum menuju kepemakaman supaya berjalan lancar dan tidak terjadi halangan dan rintangan. (humas pemkab sekadau)

