Site icon Topik Terkini

Pasca Tiga Hari Dilanda Banjir Warga Galumpang Masih Merasakan Duka yang Mendalam

Topikterkini.com.|TOLITOLI,- Jika Allah berkehendak apapun bisa terjadi, inilah yang dirasakan oleh warga desa galumpang saat pasca tiga hari bencana banjir yang melanda desa mereka membuat warga merasakan duka yang mendalam, warga tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan harta benda mereka sehingga sampai tiga hari pasca bencana warga masih mengalami kekurangan air bersih dan maknan seadanya.

 

Dengan akses jalan yang tidak bisa di lalui roda empat dan akses untuk roda dua juga sangat terbatas sehingga pasokan air bersih sangat susah didapatkan oleh warga, berharap bantuan air bersih datang pihak pemerintah dan dari desa tetangga namun dengan adanya fasilitas penyebrangan yang tidak bisa di lalui roda empat sehingga membuat warga hanya bisa pasrah atas bencana tersebut dan menggunakan air seadanya yang masih bisa di jangkau dalam Desa.

 

Warga berharap bantuan berupa pakaian layak pakai bisa mereka dapatkan dan meminta bantuan kepada masyarakat Tolitoli agar mau menyumbangkan pakaian kepada warga yang saat ini sangaat butuh pakaian bersih untuk di gunakan.

 

Pasca tiga hari banjir, lumpur masih mendiami rumah rumah warga dan fasilitas umum dikarenakan terbatasnya air bersih sehingga menyulitkan warga untuk melakukan pembersihan lumpur.

 

Banjir Bandang yang terjadi Rabu dini hari 23/3/2022. Sangat mengisahkan duka yang mendalam, barang berharga yang tak bisa diselamatkan terbawa arus air, sekitar 1000 jiwa lebih warga yang membutuhkan bantuan.

 

Sampai saat ini Bantuan berupa logistik belum banyak yang masuk dikarenakan jembatan penghubung untuk penyaluran belum bisa dilalui namun saat ini pihak LPBJN sudah memulai pengerjaan jembatan bealy dan sangat menggupayakan secepatnya pemasangan Bealy selesai agar bantuan untuk warga desa galumpang dan beberapa desa yang terdampak banjir secepatnya bisa menerima bantuan baik bantuan dari dalam kota Tolitoli maupun bantuan dari luar kota Tolitoli.

 

Laporan : Andi Iswana

Exit mobile version