Kemunculan Ekonomi Kelembagaan Baru
Oleh: Muhammad Uzair Al Furqan
Mahasiswa Jurusan Ilmuu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Dalam ekonomi memiliki banyak sejarah atas perubahan cara pandang yang melahirkan berbagai teori di setiap temporal peradabab manusia.
Di setiap teori atau aliran tersebut memiliki dasar teori berbeda beda dan menyesuaikan dengan kondisi saat teori tersebut di cetuskan.
Tak heran jika pembelajaran ekonomi cukup alot untuk di bahas.
Secara umum pemikiran ekonomi modern mulai di kenal luas pada masa di cetuskannya buku Adam Smith berjudul The Wealth of Nations. Dalam disiplin ilmu ekonomi mass tersebut di sebut sebagai era klasik lalu berlanjut pada masa neo klasik hingga hari ini memasuki era neoliberalisme.
Namun dari berbagai era tersebut kali ini saya akan membahas suatu era yang di sebut sebai mazhab New Institutional Economic (NIE) atau Ekonomi Kelembagaan Baru.
Munculnya istilah ekonomi kelembagaan di mulai pada walton hamilton pada tahun 1919. Namun mazhab ini tidak mengalami perkembangan dan terjadi stagnasi sehingga tergantikan dengan mazhab neo klasik yang di pelopori oleh keynes. Hingga pada tahun 1970 Mazhab ekonomi kelembagaan kembali muncul dengan konsep yang lebih mendasar dan di sebut sebagai ekonomi kelembagaan baru (New Institutional Economic) salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam aliran ini dan sering kali di sebut sebagai bapak ekonomi kelembagaan yaitu thorstein bunde veblen (1857-1929).
Ada beberapa peran penting dan fungsi yang di usung NIE sebagai argumentasi yang di jadikan sebagai dasar pemikiran aliran ini. Pertama NIE mencoba untuk memasukkan teori Institutional kedalam perekonomian, namun tetap mengambil beberapa asumsi NCE (Neo klasik) untuk menghadapi beberapa masalah.
Kedua NIE juga lebih fleksibel karna menekankan pada aspek “Rules” dan tidak bertumpu hanya kepada pasar bebas semata.
Ketiga, NIE penting karena dibangun secara humanistik oleh kekuatan formal dan informal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing, dan pemerataan bersama.
Argumentasi lainnya adalah bahwa pendekatan ekonomi institusional baru lebih bersifat multidisiplin, Yaitu menempatkan ilmu ekonomi dalam kerangka kesatuan dengan ilmu ilmu sosial lainnya seperti; Sosiologi, antropologi, geografi, sejarah, politik, hukum dan budaya kehidupan nyata masyarakat Setempat.
Perbedaan mendasar antara Ekonomi Kelembagaan Lama Dan Ekonomi Kelembagaan Baru terletak pada aspek kemunculannya. Ekonomi Kelembagaan Lama muncul dari reaksi ketidak puasan atas bagaimana Ekonomi Neo klasik dan Klasik bekerja sedangkan Ekonomi Kelembagaan baru tidak secara penuh menegasikan asumsi yang telah di cetuskan dari dari Ekonomi klasik dan Neo klasik skan tetapi menciptakan harmonisasi dan menyempurnakan aspek yang tak di sentuh oleh aliran tersebut.
Ada empat konsep dasar yang di gunakan NIE dalam membahas prilaku ekonomi masyarakat. Pertama teori biaya transaksi, kedua teori hak milik, ketiga teori pilihan publik, dan yang keempat teori permainan.
Mungkin itu sedikit ulasan mengenai ekonomi kelembagaan baru yang telah memberikan banyak sumbangsih pemikiran atas disiplin ilmu ekonomi dan masih banyak di gunakan untuk menganalisis dan menjadi solusi atas problem ekonomi kontemporer.

