Sistem Kapitalisme Dalam Islam
Oleh : Alamsyah
Mahasiswi jurusan ilmu ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Islam and Capitalism, yang menyatakan bahwa sesungguhnya dunia Islam justru sangat dekat dengan kapitalisme. Dalam sejarah Islam awal, Kapitalisme Awal, yang disebut juga sebagai Kapitalisme Komersial, sudah hadir di Mekah. Elite Mekah adalah sebuah kelas pedagang yang memerintah dalam sistem plutokrasi.
Dalam pembahasan Rodinson, suku Quraisy adalah suku yang memiliki privilege dan atas dasar itu mereka mengakses kekuasaan Di Mekah, Islam lahir dalam konteks masyarakat kapitalis komersial semacam itu. Dalam Kapitalisme Komersial semacam itu terjadi juga transaksi-transaksi finansial yang berpusat di Mekah yang berbasis riba. Namun Islam datang mengoreksi sistem riba dengan sistem zakat yang berdimensi sosial. Karena itu, Islam sulit dipisahkan dengan sistem kapitalisme.
Meski Islam melahirkan koreksi-koreksi etis tertentu, norma-norma Islam sebagai agama sejalan dan tidak menghambat perkembangan ekonomi. Dengan terbentuknya negara kekhalifahan, negara ikut serta mengintervensi ekonomi, misalnya dengan penarikan zakat dan pajak, pembentukan griya arta (bait almāl) untuk kepentingan sosial serta menyediaan dana untuk melancarkan perdagangan, bahwa meski Islam lahir dalam konteks kapitalisme, tetapi hubungannya bukan hubungan statis.
Di samping menerima konsep kapitalisme, Islam juga memberi kritik dan masukan. Islam memperkenalkan dua modal ekonomi, yaitu finasial dan manusia: “Wajāhidū bi amwālikum wa anfusikum fī sabīlillāhi” (Berjihadlah di jalan Allah dengan harta dan jiwamu)(QS. al-Taubah [9]:41). hal ini sejalan dengan kapitalisme, sebagaimana yang diterangkan dalam teori pertumbuhan Harold-Domar, bahwa ada dua modal dalam ekonomi: modal finansial atau fisik dan modal tenaga kerja manusia. Sejak awal, kapitalisme dan Islam sudah berada pada jalur yang sama. apa yang disebut sebagai etika ekonomi Islam sesungguhnya berjalan sejajar dengan norma ekonomi kapitalisme.
Fakta bahwa etika mengenai kerja, kekayaan dan kepemilikan, perdagangan, keuangan, industri, dan pelbagai inovasi teknologi yang berkembang pesat pada masa-masa kejayaan Islam membuktikan bahwa norma kapitalisme tumbuh subur dalam budaya ekonomi Islam. Oleh sebab itu, menurut Islam harta itu seharusnya hanya bisa dimiliki, dimanfaatkan, dikembangkan, dan didistribusikan secara sah sasuai dengan yang di perintahkan oleh Allah. Dan dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi Islam dapat dicakup dalam tiga buah yang utama, yaitu:
- Kepemilikan (al-milkiyah)
- Pemanfaatan dan pengembangan kepemilikan (al-tasharruf al-milkiyyah)
- Distribusi harta kekayaan di tengah-tengah manusia
Mekanisme pasar bebas yang dianjurkan dalam kapitalisme, ternyata jauh sebelumnya Rasulullah saw telah menyetujui market mechanism of price dan menganjurkan kepada umatnya untuk memanfaatkan mekanisme pasar dalam penyelesaian masalah-masalah ekonomi dan menghindari tas‘īr (penetapan harga oleh pemerintah) jika tidak diperlukan. Namun, bukan berarti penetapan harga selamanya dilarang, melainkan dianjurkan untuk barang-barang publik (public goods) dan kondisi khusus lainnya seperti dijabarkan oleh Ibn Taimiyyah dalam bukunya, Aḥkām al-Sūq.20 Pertentangan utama kapitalisme dengan ekonomi Islam adalah terletak pada asas individu yang dianutnya.
Di mana kapitalisme sangat menjunjung tinggi kebebasan berusaha dengan semangat kompetisi antar individu tanpa sama sekali mempermasalahkan penumpukan harta kekayaan, pengembangannya secara riba dan akumulasi kapital, serta masalah pembelanjaannya yang menanggalkan nilai-nilai sosialIslam dan kapitalis, dua hal yang saling memengaruhi. Secara sosiologis, Islam hadir pada masyarakat kapitalis. Tak heran jika keduanya memiliki satu keterikatan.
Kapitalisme, khususnya Kapitalisme Perdagangan (Commercial Capitalism) sudah ada sebelum Islam datang. Sebelum Islam lahir, Mekah sudah merupakan pusat perdagangan dan keuangan internasional yang maju. Nabi Muhammad sendiri adalah seorang pedagang sebelum diangkat menjadi nabi. Dengan demikian, kapitalisme adalah suatu paham atau sistem yang datang dari luar dan malah merupakan satu aliran pemikiran ekonomi yang masuk dan ikut memengaruhi ekonomi Islam. Tentu saja, dalam perkembangannya, ajaran Islam ikut memengaruhi dan mengoreksi kehidupan ekonomi atau kapitalisme yang berlaku. Karena itu Islam dan kapitalisme adalah dua kekuatan yang saling berinteraksi dan memberi pengaruh.
DAFTAR PUSTAKA
Bernstein, Peter L., The Power of Gold-The History of Obsession, New York: John Wiley and Sons Inc, 2000.Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, 1983/1984.Dillard, Dudley, Kapitalisme Dulu dan Sekarang, terj. oleh M. Dawam Rahardjo, Jakarta: LP3ES, 1987.Ebenstein, W., Isme-Isme Dewasa Ini, (terj), Jakarta: Erlangga, 1980.Karim, Adiwarman A., Ekonomi Islam Suatu Kajian Kontemporer, Jakarta: Gema Insani Press, 2001. Rand, A., Capitalism: The Unknown Ideal, A Signet Book, New York: 1970

