Site icon Topik Terkini

Kebijakan Sektor Publik Terhadap Ekonomi Kelembagaan Baru Dengan Beberapa Contoh Kasus Yang Tengah Terjadi

Kebijakan Sektor Publik Terhadap Ekonomi Kelembagaan Baru Dengan Beberapa Contoh Kasus Yang Tengah Terjadi

Imam Wahyuddin (Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

Kebijakan Sektor Publik Terhadap Ekonomi Kelembagaan Baru Dengan Beberapa Contoh Kasus Yang Tengah Terjadi

Oleh:Imam Wahyuddin
Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Pada masa klasik sebenarnya telah muncul pemikiran tentang perlunya suatu institusi atau kelembagaan ekonomi. Kelompok ini melakukan koreksi terhadap konsep Klasik dan menjadi teori klasik. Kelompok ini dikenal dengan old institusional economic atau ekonomi kelembagaan lama. Dalam mahzabnekonomi kelembagaan lama ini, kegiatan ekonomi sangat dipengaruhi tata letak antaa pelaku ekonomi (ekonomi politik), desain aturan main (teori ekonomi biaya transaksi), norma dan keyakinan suatu individu/komunitas (teori model sosial) dan insentif dengan melakukan kolaborasi (teori tindakan kolektif).

Pada dasarnya pandangan Klasik dan Neo Klasik berbicara tentang rasionalitas individu sebagai pelaku ekonomi yang oleh Veblen dikritik dengan menyatakan bahwa: motif ekonomi yang melatar belakangi setiap kegiatan individu dalam mahzab klasik didasarkan pada perhitungan laba rugi. Lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri.

Persaingan yang tinggi antar pelaku ekonomi cenderung akan meningkatkan efisiensi. Property right atau hak kepemilikan merupakan suatu keharusan dan pada akhirnya teori ekonomi mengabaikan faktor-faktor sejarah, sosial dan kelembagaan dalam membangun struktur ekonomi. Klasik dan neo klasik menurut Veblen cenderung menyederhanakan fenomena ekonomi yang dbuat dalam bentuk bentuk model model matematik dan mengabaikan aspek aspek non ekonomi seperti kelembagaan dan lingkungan hidup.

Sesungguhnya dua aspek ini sangat berpengaruh terhadap tingkah laku ekonomi masyarakat. Dengan kata lain, dalam prakteknya apabila struktur politik dan sosial yang ada di masyarakat tidak mendukung akan mengakibatkan terjadinya distorsi dalam proses ekonomi. Pengaruh sosial, budaya, sejarah dalam kenyataannya sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Faktor tersebut senantiasa mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Dimulai dari ide Coase (1934) tentang kenapa perusahaan diperlukan. Alasan yang dikemukakan adalah karena kordinasi sumber daya yang mampu dikelola oleh perusahaan, maka dalam kegiatan menghasilkan barang dan jasa perusahaan berada pada ongkos yang terendah. Hal ini disebut juga dengan scale of production. Keadaan ini dicapai pada saat produksi maksimum biaya rata rata perunit berada pada titik terendah. Pandangan ekonomi kelembagaa baru meyakini bahwa adanya kelembagaan perusahaan agar ongkos transaksi menjadi rendah terutama untuk mencapai laba. Kesejahteraan masyarakat dicapai melalui interaksi antara demand dan supply dan dukungan kelembagaan. Selanjutnya perbandingan paradigma antara kelembagaan lama dan baru dapat dilihat dari hubungan antara atasan dan bawahan di perusahaan.

Dalam ekonomi kelembagaan baru, pertanyaannya adalah untuk menguji hubungan antara atasan dan bawahan manakala ekonomi kelembagaan lama mempertanyakan kenapa seseorang menjadi tuan dan yang lain bawahan pada tempat pertama. Dalam perkembangan teori ekonomi kelembagaan baru, tiga tokoh penting yang berperan adalah: Oliver Williamson; douglas North: Alchian dan Demsetz. Williamson menekankan pentingnya hirarki dan transaction cost dalam menganalisis bekerjanya suatu perusahaan. Kegagalan perusahaan dalam melakukan transaksi disebabkan oleh: adanya ketidak lengkapan pasar; hubungan spesifik.

Bagi North, perubahan kelembagaan adalah penting yang bertujuan untuk melakukan penyesuaian jika menghadapi perubahan situasi. Perubahan ini akan memperkuat kinerja ekonomi. Kemudian, bagi Alchian-Demsetz mengemukakan konsep Principal-Agent Theory di dalam perusahaan. Konsep ini muncul karena adanya dominasi produk yang dihasilkan oleh tim. Diperlukan kegiatan monitoring bagi pelaksanaan kegiatan.

Tinjauan kasus dari aspek ekonomi kelembagaan baru

Exit mobile version