TAKALAR, TOPIKterkini.com — Pasca pengumuman hasil seleksi bakal calon kepala desa (Kades) pada Sabtu (12/11/2022) kemarin, memicu konflik dan menimbulkan kegaduhan di sejumlah desa di Kabupaten Takalar. Seperti yang terjadi di Galesong Raya (Galesong, Galsel, Galut), Minggu (13/11/2022).
Masyarakat Kabupaten Takalar dihebohkan dengan aksi demonstrasi perihal hasil tes tambahan (tertulis) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2022. Aksi blokade jalan hingga aksi segel kantor turut mewarnai protes warga.
Menyikapi hal tersebut, Salah satu Tokoh Masyarakat yang juga mantan Bupati Takalar, H. Burhanuddin Baharuddin atau yang akrab disapa H. Bur, mengaku menyayangkan hal ini. “Sangat miris dengan kegaduhan yang terjadi. Ini preseden buruk ditengah proses demokrasi,” bebernya.
Ketua DPC PPP Kabupaten Takalar ini mengaku telah berkomunikasi dengan Fraksi PPP di DPR RI. “Saya sudah berkordinasi dengan Fraksi PPP di DPR RI. Kami berharap sesegera mungkin, Fraksi PPP untuk mendesak Mendagri mengambil sikap untuk menghentikan tahapan Pilkades di Takalar,” ungkapnya.
Sementara itu, Masyarakat menganggap adanya manipulasi hasil tes dengan gugurnya beberapa petahana dan calon yang dinilai kuat.
“Kami sangat menyangkan hasil tes ini. Tidak transparan, cenderung dipaksakan dan nampak ada permainan didalamnya. Kami menginginkan agar hasil tes dibuka ke publik,” ujar Salah satu orator saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor Camat Galesong.
Warga mendesak panitia P2KD agar menghentikan semua tahapan dan segera membentuk time pencari fakta atas peristiwa ini. (*)

