Topikterkini.com.Lombok Timur — Diduga tipu guru sekolah di Lombok Timur, oknum seles buku asal Desa Dasan Borok akan di laporkan ke Aparat Penegak Hukum ( APH) karena pihak oknum seles buku tersebut tidak memberikan sisa buku, sedangkan uang sudah di terima.
Harga sejumlah buku tersebut sekitar puluhan juta rupiah dan di sertai dengan Tanda Tangan ( TT) penerimaan bukti serah terima uang dari pihak sekolah dengan pihak oknum seles buku tersebut.
Pihak seles buku Toni mengatakan, kalo beliau bawa ke APH malah semakin berat urusan nya beliau nanti, Ucap, Toni , Senin,19/12/2022.
“Memang bener pak saya yang TTD, tapi pak Kepala waktu itu sudah memotong uangnya duluan, takutnya nanti beliau tambah masalah, ” Jelas, Toni.
“Solusi nya, saya siap membantu untuk pengadaan barangnya namun bukunya harus diganti supaya bukunya tetap terpenuhi,” Katanya.
“Cukup beliau sampaikan ke inspektorat, buku akan dikirim oleh penyedianya, namun akan dialihkan ke buku refrensi Guru dan siswa,” Ujarnya.
Masih kata Toni, Kecuali kalo saya tidak bersedia bertanggung jawab baru beliau bisa melaporkan masalahnya ke polisi, tapi saya sudah saya sampaikan ke beliau, saya siap membantu untuk memenuhi kekurangan bukunya namun beliau sampaikan dulu ke inspektorat bahwa bukunya akan diganti dengan buku yang lain sejumlah kekurangannya.
“Mungkin kalo saya masih kerja saya bisa bantu cepat diselesaikan, tida apa- apa memang saya sampaikan apa adanya, cuma itu saja solusinya. Nanti barangnya diganti. Tapi pasti Ada solusi dari inspektorat walaupun tidak ada temuan kan bisa kita berikan bukunya lagi,” Tandasnya.
Di sela – sela itu Mantan Kepsek SMPN 4 Pringgabaya H.Hadirin Tahir mengatakan, jangan asal berbicara saja, dana yang mana saya potong kalau ada bukti silahkan tunjukkan bukti nya, Ujar, Hadirin.
” Padahal uang dia yang terima dan TTD atas namanya sesuai di surat penerimaan atasnama nya Toni dengan Jumlah buku dan harga bukunya,” Kayanya.
” Memang ada yang sudah buku itu di berikan ke kami, namun ada sisanya belum di berikan dia menjanjikan terus ini sudah lama sekali hampir setahun lebih. Ini menjadi temuan inspektorat karena bukti pisik sisanya belum ada sehingga dana itu harus di kembalikan,” Jelas, Hadirin.
” Saya tidak mau mengembalikan sebelum oknum seles ini bertemu dengan saya karena dia belum memberikan saya sisa buku itu,” Cetusnya.
” Kalau tidak ada respon nya dalam jangka 1X24 jam saya akan laporkan oknum seles tersebut ke APH,” Tegasnya.
” Intinya saya tidak mau tau saya taunya di tempat nya saya serah terima uang untuk pembelian buku tersebut, bukti sudah lengkap semua nya tidak alasan untuk mengelak,” Tutupnya.
Liputan: RiL

