Site icon Topik Terkini

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi NTB

Topikterkini.com MATARAM : Aksi yang dilakukan oleh dua kontraktor yang berusaha menggembok mobil dinas Gubernur kami maknai sebagai aksi simbolik untuk mendapatkan atensi pemerintah. Kami berprasangka baik, bahwa tidak ada niatan yang sungguh2 dari rekanan untuk melakukan hal tersebut. Sebenarnya tanpa aksi seperti itu, kami selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban sesuai regulasi.

 

Kepala BPKAD menjelaskan saat di konfirmasi media Topikterkini.com bahwa Rekanan semestinya tidak perlu khawatir, karena setiap kontrak pekerjaan yang sudah terjadi antara perangkat daerah dan rekanan berdasarkan ketersediaan anggaran dalam APBD 2023 pasti akan dilunasi, tentu berdasarkan timeline pembayaran yang sudah kami susun sebelumnya, dan perlu kami sampaikan bahwa berdasarkan timeline itu kami sudah siapkan anggaran untuk melunasinya sampai dengan bulan Juli tahun ini ungkapnya.

 

Samsul Rizal menambahkan Perlu  disampaikan bahwa progress pembayaran selama ini sudah berjalan dengan sangat baik, kami sudah dapat menyelesaikan 34,66% pembayaran kewajiban kepada rekanan dari total 340an milyar rupiah lebih hutang yang telah dianggarkan dalam APBD tahun 2023 ini. Pembayarannya pun kami lakukan secara proporsonal sejak awal tahun 2023 dan Kami sebut progres ini sangat baik dan positif.

 

Kami Selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) kami menyampaikan permintaan maaf kepada rekanan atas keterlambatan pembayaran tersebut, tidak ada niat sedikitpun Pemprov NTB untuk merugikan rekanan. Kami hanya ingin mengajak kita semua untuk dapat memahami, bahwa keadaan ini terjadi karena adanya bencana yang melanda secara nasional.

 

Demikian jawaban saya, semoga rekan-rekan media tetap sehat dalam menjalankan aktifitas tutupnya.

 

(Foel/TT-01)

Exit mobile version