TOPIKTERKINI.COM|BIREUEN
BIREUEN – Pemerhati Aceh Zulfikar menanggapi perihal penanganan stunting di Kabupaten Bireuen agar bisa bergerak dari hulu ke hilir
“Persoalan kesehatan masyarakat (kesmas) terutama Stunting, ini bukan saatnya berbicara bagaimana upaya penanganan saat Balita, hanya berorientasi pengobatan semata, namun lebih kepada Promotif dan edukasi ke masyarakat sejak dini,” ungkap Zulfikar pada Sabtu, (17/6/23). Di Bireuen.
Ia menjabarkan peran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) acap kali diorientasikan sebagai wadah berobat masyarakat, penanganan dan pencegahan terhadap warga yang sehat juga perlu diperhatikan secara intens, tidak hanya fokus kepada orang yang sedang sakit saja.
Lanjutnya, Puskesmas mesti menjadi penyeimbang dengan upaya-upaya preventif dan promotif terkait bagaimana masyarakat bisa diberikan pemahaman tentang pola gizi, pola hidup sehat, dan juga kesehatan mental, karena Puskesmas sebagai pusat konsultasi kesehatan masyarakat.
Bukan hanya mengurusi yang hilirnya saja, dalam artian mengurusi anak-anak yang sudah mengalami Stunting dampak dari kekurangan gizi, akan tetapi ya sedari hulu juga para ibu-ibu yang sedang hamil dibimbing tentang pemahaman terhadap olah gizi yang sehat untuk menangkal stunting,” papar zul.
Penurunan stunting adalah buah dari kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat, terkait akan hal ini peran media sangat diperlukan disamping untuk publikasi juga ruang informasi, pemahaman tentang sejauh mana penanganan dan langkah -langkah pencegahan yang sudah dilakukan Pemerintah dimasyarakat.
Institusi pendidikan yang terkait dengan kesehatan juga bisa dilibatkan dalam menangkal stunting dari hulu, yakni mengoptimalkan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian kepada masyarakat, seperti menurunkan Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang nantinya bisa melakukan tugas promotif serta memberikan pemahaman tentang Gizi kepada masyarakat.
Ia juga menambahkan, selain kebutuhan gizi, hal yang mesti dipenuhi adalah ketersediaan air bersih dan sanitasi lingkungan yang memadai. Tiga hal tersebut adalah upaya dalam menurunkan stunting.
“Oleh karena itu, porsi anggaran mesti diperhatikan untuk memaksimalkan kerja- kerja dilapangan, dengan angka yang rasional.Tenaga penyuluh kesehatan, Tenaga pendamping yang membimbing para ibu-ibu hamil, para orang tua asuh, dan juga pemenuhan Infrastruktur yang berhubungan dengan kebutuhan air bersih serta sanitasi lingkungan di desa-desa,” beber Zulfikar.
Penggunaan anggaran tentunya harus sesuai kebutuhan dan penempatannya, jangan sampai karena harus terserap di pakai diluar kewajaran.
Masyarakat Bireuen juga harus tahu berapa jumlah penderita, tentunya Melalui Dinas Kesehatan untuk mempublikasikan jumlah jiwa yang terindikasi Stunting di Kabupaten Bireuen,tegasnya dalam rileas yang dikirim ke media ini.
Penulis : red_rill
Editor : Nanda

