Site icon Topik Terkini

INILAH Sosok dr. I Gede Sudaadnyana, Sp.PD di Usia 76 Tahun Masih Aktif dan Semangat di Kota Banjamasin Kalimantan Selatan

TOPIKTERKINI.COM | KALIMANTAN SELATAN

BANJARMASIN – Dokter adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit.

Namun, Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa disebut dokter dan menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus yang akhirnya mempunyai gelar dalam bidang kedokteran.

dr. I Gede Sudaadnyana, Sp.PD merupakan dokter yang telah purna tugas sebagai PNS Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2007.

Saat ini, mahasiswa dan mahasiswi masih merasakan semangat pengabdian beliau untuk membantu sesama, Terlihat dalam diskusi yang dilakukan di Klinik Apotek Casio, tempat beliau berpraktek saat ini.

Di usia yang tidak lagi muda yakni 76 tahun, de. I Gede Sudaadnyana, Sp.PD masih aktif berpraktek di RS Islam dan RS Suaka Insan Banjarmasin.

Saat mahasiswa(i) bertanya mengenI ai resep bugar untuk tetap dapat berpraktek di usia purna, dr. I Gede Sudaadnyana, Sp.PD beliau menjawab sambil tersenyum.

“Saya ini jika tidak bertemu pasien, tidak praktek, saya yang sakit-sakitan, lemes saya,” Jelasnya.

Diketahui Sebelumnya, dr. I Gede Sudaadnyana, Sp.PD lahir pada tanggal (29/09/1947).

Dokter Sudaadnyana juga memiliki 1 orang istri dan dikaruniai 4 orang anak.

Saat ini, Istri beliau berada di Surabaya bersama dengan anak kedua dan ketiga beliau.

Perlu diketahui, Dokter Sudaadnyana menikah pada tahun 1975 dan usia pernikahannya saat ini adalah 47 tahun.

Anak pertama dokter Sudaadnyana merupakan seorang dokter mata yang cantik di salah satu RS Karawang yang suaminya berprofesi sebagai Dokter Obsgyn juga mempunyai 2 (Dua) orang anak.

Anak kedua dokter adalah seorang lulusan Fakultas Ekonomi, Anak ketiga, seorang lulusan ITS, dan anak keempat seorang “IT” yang saat ini tinggal di Sydney.

Awal mulanya dr. Sudaadnyana adalah mengenyam pendidikan dari FK Udayana tahun 1970-1977, Setelah lulus dan resmi berprofesi sebagai Dokter.

Setelah resmi menjadi Dokter, dr. Sudaadnyana membuka praktek mandiri dan bekerja sebagai Dokter Umum di Puskesmas Bone Sulawesi Selatan tahun 1977 – 1983.

Kemudian, melanjutkan Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam mulai tahun 1984 – 1989 di Makassar.

Saat menempuh Pendidikan FK Udayana pada tahun 1970-1977 dr. Sudaadnyana bertempat tinggal di Mira Hotel.

Setelah lulus, kemudian praktek menjadi Dokter Umum di Puskesmas Bone Sulawesi Selatan pada tahun 1977 – 1983.

Pada tahun 1984, dr Sudaadnyana melanjutkan Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam mulai tahun 1984 – 1989 di Makassar.

Setelah mendapatkan gelar Spesialis Penyakit Dalam, Kemudian ke Banjarmasin, dan berpraktik di RSUD Ulin Banjarmasin dimulai sejak tahun 1989 sampai dengan 2007.

Pada saat di RSUD Ulin, dr. Sudaadnyana bersama dengan 3 orang Internis lain, yaitu dr. Siswanto, SpPD; dr. Salim, SpPD; dan dr. James, SpPD.

dr. Sudaadnyana memberikan kesan terhadap Perihal menjadi Dokter Internis.

“Untuk membuat berbeda kita dari spesialis yang lain yaitu menjadi seorang dokter yang mandiri dimana bisa, Tinggal dimana saja dan dapat berpraktik tanpa di Rumah Sakit, juga harus mampu menjadi pribadi yang kuat pada anamnesis dan pemeriksaan fisik dasar,”Jelasnya.

Menurut dr. Sudaadnyana, Kasus yang sangat berkesan saat menjadi seorang dokter umum adalah di Puskesmas Bone pada tahun 1978.

“Saya melakukan operasi caesar pada seorang wanita yang sedang hamil tua yang curigai perforasi rahim dan pasien tersebut tidak mempunyai dana untuk dirujuk ke RS yang lebih mumpuni untuk dilakukan tindakan operasi caesar dengan meminjam ruang operasi di RSUD Bone,”Jelasnya.

dr. Sudaadnyana berpesan untuk mahasiswa (i) kedokteran saat ini teruslah belajar.

“Jjadilah seorang dokter yang banyak belajar karena sekali dokter salah mendiagnosis dan melakukan tatalaksana, maka pasien bisa meninggal,” Tutupnya.

Penulis : Humas
Editor : Nanda

Exit mobile version