Topikterkini.com.Buol – Guna mewujudkan amanat Undang Undang Nomor: 7 Tahun 2017 tentang Pemilu serta terkait optimalisasi pengawasan partisipatif, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buol Sulteng, menggelar sosialisasi pemilu partisipatif, di Graha Kurniawati Kelurahan Leok 1, Rabu (11/10/2023).
Mengusung tema ” Peran Pemuda dan Mahasiswi dalam Pengawasan Tahapan Pemilu Tahun 2024″ Sosialisasi ini dikhususkan mengundang organisasi kemahasiswaan, Organisasi Kepemudaan kepemudaan (OKP) dan organisasi Massa dan LS-Adi beserta Insan Pers.
Lembaga dan organisasi massa, kepemudaan, kemahasiswaan dan Lembaga dimaksud diantaranya, GP Ansor, KNPI, HMI, PMII dan LS-ADI.
Anggota Bawaslu Buol Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat, Moh.Taufik Abdulah, SE, M.E dalam pengantar sambutannya mengatakan
Bahwa kelembagaan Bawaslu dikaitkan historical demokrasi Indonesia di gambarkannya melalui pokok pikiran revolusi demokrasi oleh founding father, Ir. Soekarno.
Menurutnya pokok pokok pikiran Revolusi Demokrasi founding father akan menjadi keniscayaan jika Fakta Dinamika demokrasi mengalami kontraksi. Maka penting mengajak pemilih secara partisipatif dengan memaksimalkan potensi dan peran generasi muda beserta elemen kelembagaannya di setiap tahapan pemilu 2024.
“Dari 16 parpol yang lolos verifikasi di kabupaten Buol, Generasi Muda mendominasi komposisi calon legislatif,”ungkap Taufik.
Pihaknya dalam hal ini Bawaslu Kabupaten Buol tentunya akan terus gencar bersosialisasi baik secara formal maupun informal.
“Pentingnya pengawalan pemuda dan mahasiswa untuk memaksimalkan peran dan partisipasi pemilu,”sebut Taufik.
Hal lain disampaikan Taufik, Menjaga independensi, eksistensi dan integritas serta tidak terlibat dalam politik praktis merupakan tekad bulat Bawaslu Buol.
Kegiatan sosialisasi pengawasan Partisipatif Pemilu, kegiatan yang di pandu Koordinasi Sekretariat Bawaslu Buol, Moh.Singara, S.Ag, M.Si dilanjutkan pemaparan oleh Anggota KPU, Faisal J.Usman dan Anggota Bawaslu Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan informasi, Ismajaya, S.Sos.
Dalam paparannya Komisioner KPU Buol, Faisal J.Usman, S.E
Mengatakan bahwa persepsi pemuda dan mahasiswa terhadap pemilu sebenarnya adalah bagaimana memilih pemimpin secara konstitusional ,apa manfaat pemilu, asas pemilu dalam mewujudkan pemilu yg demokratis.
Taufik Juga memaparkan data
Partisipasi pemilu baik itu
Pilpres atau pilkada, dimana capaian tertinggi pada pilpres, Pilkada di kabupaten Buol tahun 2019 dengan angka partisipasi 81,9 %.
Menurutnya, meski capaian partisipasi cukup ringgi namun ini tantangan besar kita untuk merubah mindset masyarakat bahwa pemilu itu bukan hanya sekedar mencoblos, sehingga target partisipasi di pemilu 2024 bisa melebihi capaian yang ada.
‘ Ingat, Pemilu itu debat gagasan dan keberpihakan, kwalitas pemilu dapat kita capai dengan minimalisir potensi Konflik yang timbul karena adanya kontradiksi persepsi,” ujar Komisioner Muda KPU buol yang sebelumnya dikenal aktivis ini
Sementara plt. Ketua Bawaslu Buol, Ismajaya, S.Sos selaku nara sumber mengatakan dalam sosialisasi ini sengaja menghadirkan organisasi kepemudaan, organisasi Massa, organisasi kemahasiswaan Sebab, organisasi Kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan merupakan kekuatan besar yang akan membantu mengoptimalkan peran bawaslu Buol di lapangan mengawasi seluruh tahapan pemilu .
“Kita berharap peran pemuda dan mahasiswa menjadi perpanjangan tangan bawaslu melakukan pengawasan partisipatif di setiap tahapan pemilu.
“Laporkan jika ditemukan pelanggaran atau hal-hal yang mencurigakan yang hadir akan menyampaikan kepada yang lain. Paling tidak orang terdekat. Seperti orang tua, saudara, teman, dan lingkungan,”tutur Ismajaya yang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan dan akademisi ini.
“Intinya Jika menemukan pelanggaran laporkan kepada panwascam atau Bawaslu, saya yakin netralitas, jiwa keadilan masih tertancap kuat dibenak generasi muda,”tegasnya.
Dirinya berharap, jika ada yang melanggar aturan, maka segera dilaporkan. Siapapun. Tak pandang bulu. Sebab, semua mengharapkan pemilu yang berkeadilan.”Membantu partisipasi pemilih dan mensosialisasikan,” ujarnya.
Di akhir kegiatan Panitia membuka sesi tanya jawab dengan peserta. Terlihat jelas ide gagasan saran pendapat dari peserta yang begitu antusias.
Anggota Bawaslu Buol Divisi Hukum, pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Taufik Abdulah, S.E, M.E sebelum menutup kegiatan sosialisasi berharap kepada generasi muda menjadi agen perubahan, agen pengawasan, kaum intelektual yang memiliki idealisme, memiliki semangat dan komitmen yang tinggi dalam mensukseskan Pemilu 2024.
“Sebagai agen perubahan, pemuda dan mahasiswa harus mampu menggambil peran dan langkah positif meski sekecil apapun demi perbaikan bangsa ini ke depan,” pungkasnya.
Liputan: Husni Sese.

