TOPIKterkini.com, TAKALAR — Oknum calo Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Takalar, berinisial RH diduga gelapkan uang komitmen. RH yang diketahui merupakan orang terdekat pak Wahab diduga telah menjual pengawasan pekerjaan Paving block, sehingga dibalik ulahnya tersebut banyak orang yang menjadi korban olehnya.
Untuk mendapatkan pekerjaan pengawasan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Takalar, disinilah peran Rahmat untuk meminta sejumlah uang kepada korbannya sesuai nilai pagu pekerjaan tersebut.
Abang warga Desa Pa’batangan Kecamatan Mappakasunggu yang juga merupakan salah satu korban, dimana telah menyetor uang sebesar Rp.5.800.0000 ke rekening Rahmat, dengan tiga kali transfer untuk mendapatkan pengawasan tehnis pekerkaan paving block.
Dalam memuluskan Aksinya, RH diduga sering mencatut nama pejabat pembuat komitmen (PPK) sehingga orang mudah percaya kepadanya.
Menurut Abang dihadapan awak media Senin (8/1/2024), “Tiga kali saya melakukan transfer uang ke Rekening atas nama Rahmat, pertama Rp.800 ribu, yang kedua saya transfer Rp.2 juta dan transfer yang ketiga Rp.3 juta. Tapi jangankan pekerjaan pengawasan kami dapat, uangpun yang saya transfer tidak diberikan,” ujar Abang.
Dikatakannya kembali apabila saudara RH tidak ada itikad baiknya untuk mengembalikan uang kami dalam waktu satu Minggu ini, terpaksa kami menempuh jalur hukum.
”Jadi untuk sementara ini saya masih bersabar menunggu saudara RH mengembalikan uang saya,tapi kapan waktu yang kami tentukan tidak ada juga kabar dari dia, apa boleh buat saya akan laporkan dengan bukti yang saya kantongi,” pungkasnya.
Sementara itu, Wahab selaku PPK di Dinas PU Kabupaten Takalar melalui pesan WhatsAppnya membantah bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan RH untuk melakukan hal itu.
”Apa yang dilakukan Rahmat saya tidak pernah mengetahuinya,sudah sepuluh tahun saya jadi PPK tidak pernah menyuruh orang mencari pembeli pengawasan pekerjaan. Baru-baru ini ada juga yang datang di warkop dia juga sudah menyetor uang ke Rahmat baru namaku dia jual,” ungkap Wahab.
Lanjut dikatakan Wahab, silahkan melapor ke polisi dan sekali lagi dirinya tidak tau menahu terkait apa yang di lakukan Rahmat.
Sampai berita ini tayang, Rahmat belum bisa dikonfirmasi baik secara langsung maupun melalui sambungan telefon lantaran nomornya tidak pernah aktif.
(*)

