Topikterkini.com.|Palu – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Dr.Anwar Hafid, M.Si, – dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, mengumumkan pencalonan setelah dipastikan maju dalam kontestasi Pilkada tahun 2024.
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulteng Anwar Hafid dan Reni Lamadjido (AH-RL) ini dalam konferensi pers secara terbuka menyampaikan program dan harapannya di kediaman Anwar Hafid, Kota Palu, Minggu 7 Juli 2024.
Salah satu yang dikemukakan Mantan Bupati dua periode Morowali ini antara lain menyinggung masalah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
“Kami memanfaatkan program-program unggulan kami, pasangan Berani (Bersama Anwar-Reni) jika terpilih jadi Gubernur, akan memastikan harga sembako itu akan lebih murah daripada provinsi lainnya,” tuturnya.
Berikutnya program unggulan yang menjadi prioritas dan menarik perhatian partai PKS sehingga mendapatkan dukungan yakni 1000 km ‘Tol Desa’.
Dia mengutarakan alasan mengapa program tersebut menjadi hal yang sangat prioritas, kata dia, dengan cara itu masyarakat bisa dengan mudah mengakses jalan atau mempermudah masyarakat pedesaan menuju lahan kebun miliknya.
Program ketiga, pasangan Anwar Hafid dan Reni Lamadjido menawarkan ‘Berani Sehat’. Dengan program tersebut masyarakat Sulawesi Tengah akan mendapatkan jaminan kesehatan sehingga kedepan warga dipermudah dalam urusan administrasi kesehatan.
“Kita akan menjadikan Rumah Sakit di Sulawesi Tengah bertaraf internasional, sehingga kita (pasien) tidak berobat kemana-mana,” ujarnya.
Tak habis sampai disitu, pasangan Berani juga menjanjikan program pendidikan dalam rangka menurunkan angka pengangguran di Sulawesi Tengah.
“Semua yang tamat SMA, ada dua pilihannya, kuliah atau kerja, tidak ada yang boleh menganggur,” Lanjutnya.
Anggota DPR RI aktif ini juga mengkampanyekan ‘Politik Hoax’, dia meminta untuk seluruh pelaku demokrasi untuk mengedukasi masyarakat untuk menghindari politik fitnah.
“Kita ingin menciptakan pemilu yang berkualitasberkualitas dengan jangan menyebarkan berita HOAX, fitnah antara kandidat satu dengan lainnya,” tutupnya.
Liputan : Moh Riansyah

