Site icon Topik Terkini

Ahmad Ali Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkualitas Bagi Anak Terhadap Investasi Jangka Panjang di Sulawesi Tengah (Jilid 140)

Tak terbantahkan bahwa dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anak bangsa, tidaklah dapat dilakukan secara instan.

Akan tetapi dengan menyiapkan pondasi dasar berlandaskan konstruksi memadai dan dibarengi dengan penguatan program pendidikan berkualitas dan berkesinambungan, generasi emas Indonesia khususnya yang ada di seluruh seantero bumi Tadulako ini, benar-benar dapat merasakan dampak dan manfaat pendidikan berkualitas dimaksud.

Maka ketika H Ahmad Ali selaku Calon Gubernur Sulawesi Tengah saat ini menekankan berapa pentingnya meningkatkan mutu dan pendidikan berkualitas di Sulawesi Tengah ke depannya, merupakan inovasi strategis dalam mengedepankan pola fikir positif progresif.

Dan bukan hanya itu saja, dengan berjalan sesuai harapan adanya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Sulawesi Tengah, akan terbangun etos kerja inovatif konstruktif bagi generasi bangsa di negeri khatulistiwa ini.

Hal ini dipertegas oleh Calon Gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 1, Ahmad HM Ali, saat melanjutkan kampanye terbatasnya di Desa Rusa Kencana, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Kamis (24/10-2024) malam.

Dalam acara tersebut, ia menjemput kemenangan besar dengan dukungan kuat dari warga setempat.

Kampanye yang dihadiri ratusan pendukung ini berlangsung meriah, dengan antusiasme tinggi untuk mendengarkan visi dan program yang ditawarkan Ahmad Ali.

Politisi dari Partai NasDem ini menegaskan komitmennya untuk memajukan daerah dengan berbagai program unggulan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin memastikan ketika amanah itu diberikan kepada kami, semua warga mendapat perhatian pemerintah,” tegas Ahmad Ali di hadapan para pendukungnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Ali memaparkan beberapa program unggulan, termasuk pengembangan sektor pertanian, peningkatan akses fasilitas kesehatan, dan pendidikan.

Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang, bertekad memberikan akses pendidikan berkualitas bagi setiap anak di Sulawesi Tengah.

“Selain itu, kami juga akan memberikan pelatihan keterampilan bagi para pemuda agar siap menghadapi tantangan di pasar kerja,” tambahnya.

Ahmad Ali juga menyatakan rasa syukurnya atas dukungan besar dari warga Toili, yang menurutnya menjadi penyemangat untuk terus berjuang meraih kemenangan.

“Mari bersamai kami menjemput kemenangan pada 27 November mendatang,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan semua harapan yang direncanakan.

“Saya percaya, dengan dukungan masyarakat Toili, kita akan memenangkan pertarungan. Saya juga berjanji tidak akan mengecewakan masyarakat jika terpilih,” imbuhnya.

Warga Desa Rusa Kencana menyambut positif visi yang disampaikan Ahmad Ali. Salah satu warga, Ari Sunandar, mengungkapkan harapannya akan perubahan nyata jika Ahmad Ali terpilih.

“Program-program yang ia tawarkan sangat relevan dengan kebutuhan kami,” ujarnya.

Kampanye ini merupakan bagian dari rangkaian upaya Ahmad Ali untuk memperkenalkan dirinya dan visi misinya kepada masyarakat menjelang pemilihan yang dijadwalkan pada 27 November 2024.

Dalam pilkada ini, Ahmad Ali menggandeng Abdul Karim Aljufri sebagai calon wakilnya dan didukung oleh 10 partai besar, termasuk NasDem, Gerindra, Golkar, PAN, PSI, PKB, Perindo, PPP, PKN dan Prima.

Dengan dukungan yang solid, Ahmad Ali dan Abdul Karim optimistis akan meraih kemenangan dalam Pilkada Sulteng.

Sehingga jika kita ingin melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing, maka kita harus memastikan anak-anak kita, generasi penerus kita mendapatkan pendidikan yang baik.

Dan ini sebagai bentuk ketulusan berkomitmen dari seorang Ahmad Ali yang menginginkan ketersediaan pelayanan dan fasilitas pendidikan berkualitas bagi anak-anak di Sulteng.

Menyoal masih banyaknya anak-anak di daerah ini yang tidak mendapatkan pendidikan layak, menjadi PR bagi kita semua agar kiranya menjadi prioritas untuk diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.

Memang untuk saat ini, semua anak bisa bersekolah secara gratis, sebab pemerintah pusat telah memprogramkan pendidikan gratis 12 tahun (SD, SMP hingga SMA).

Namun sayangnya, pendidikan yang gratis tersebut tidak serta merta membuat seluruh anak di daerah bisa berpartisipasi, untuk mendapatkan pendidikan layak. Bahkan, fasilitas masih jadi soal.

Jumlah sekolah SD jauh lebih banyak dari SMP atau SMA, ketika anak-anak di daerah ini lulus SD, mereka bingung mau lanjut ke sekolah mana sebab ruang belajar tidak cukup.

Maka disinilah pemerintah daerah harus hadir memastikan fasilitas dan layanan pendidikan yang layak bagi anak-anak di daerah.

Maka sudah tidak bisa ditawar lagi jika peningkatan pelayanan dan fasilitas pendidikan menjadi keharusan yang wajib terselenggara di Sulteng.

Dan Ahmad Ali berserta pasangan Wagubnya kelak saat terpilih, sangat-sangat memprioritaskan hal dimaksud.

*Peningkatan Pelayanan dan Fasilitas Pendidikan Yang Berkualitas*

Sesungguhnya kegusaran hati Ahmad Ali dengan situasi pendidikan di negeri ini masih belum memiliki kemajuan yang sangat signifikan.

Dibutuhkan peningkatan dalam semua hal di dunia pendidikan di Indonesia. Walaupun berbagai upaya telah diusahakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya di Sulawesi Tengah.

Sebenarnya sumber daya manusia yang masih kurang menjadi permasalahan terbesar dalam dunia pendidikan.

Mengingat sumber daya manusia adalah pemegang peran penting dalam dunia pendidikan.

Sebagai contoh, fasilitas pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA dan SMK) termasuk dalam fasilitas sosial yang merupakan salah satu kebutuhan pokok penduduk di suatu wilayah.

Permasalahan penyediaan fasilitas Sekolah Menengah Tingkat Atas yang kurang memadai di Kabupaten Kota dan Provinsi Sulawesi Tengah umumnya ditandai dengan ketersediaan fasilitas SMA dan SMK di masing-masing wilayah yang tidak mampu melayani kebutuhan penduduknya.

Oleh karena itu, sejauh mana tingkat pelayanan fasilitas Sekolah Menengah Tingkat Atas di Kabupaten Kota se Sulawesi Tengah harus diserap keseluruhan apa-apa yang menjadi kelemahannya selama ini.

Daya tampung dan kebutuhan fasilitas harus dianalisis secara seksama dengan teknik analisis statistik deskriptif.

Sejak awal harus dilakukan analisis overlay pada ArcGIS digunakan untuk menganalisis tingkat ketersediaan terhadap tingkat kebutuhan fasilitas.

Hasil studi menunjukan bahwa tingkat pelayanan Sekolah Menengah Tingkat Atas di sebagian wilayah masih tergolong very overdemand dan overdemand.

Itu artinya tingkat pelayanan fasilitas Sekolah Menengah Tingkat Atas di sebagian wilayah belum mampu memenuhi kebutuhan tingkat pelayanan fasilitas berdasarkan jumlah usia 16-19 tahun dan kepadatan permukiman.

Hal ini dikarenakan ketersediaan fasilitas masih belum memenuhi kebutuhan penduduknya.

Maka ketika Ahmad Ali mengumandangkan akan pentingnya peningkatan pelayanan dan fasilitas pendidikan di Sulawesi Tengah, adalah bagaimana pengelolaan sarana prasarana dalam peningkatan pelayanan fasilitas lembaga menjadi point utama.

Sarana prasarana adalah faktor utama dalam lembaga pendidikan.

Bukan cuman itu, sarana prasarana salah satu point untuk menunjukan akreditasi lembaga Pendidikan.

Maka dari itu, dengan menganalisis dari segi perencanaan, pengorganisasian, pendanaan, dan pengelolaan sarana prasarana yang ada pada lembaga adalah hal yang vital dikuasai.

Urgensi pengelolaan sarana prasarana adalah penentuan kesuksesan dari proses kegiatan pembelajaran.

Adalah suatu hal yang pastinya dikedepankan oleh para tenaga ahli Ahmad Ali di Kegubernuran kelak melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.

Pendekatan kualitatif menjadi pilihan karena ini bertujuan untuk mendalami pemahaman tentang pelayanan fasilitas sekil.

Sehingga apa yang diharapkan oleh Ahmad Ali tidak seperti menggantang asap mengukir langit.

Sejatinya akan menghasilkan sebuah manfaat bagi seluruh komponen dunia pendidikan di Sulawesi Tengah.

Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS / Angkatan 18 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)

BERSAMBUNG

Exit mobile version