TOPIKterkini.com–Bantaeng; Ketua Komisi C DPRD Bantaeng pimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Paripurna Utama Gedung DPRD, Jalan Andi Mannappiang Selasa 29/4/2025.
RDP kali ini DPRD Bantaeng menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Kadis Perumahan Pemukiman, Kadis PU, Plt. Badan Pengelola Keuangan Daerah dan para Kabid yang mendampingi.
RDP yang diajukan Ketua Forum Pemerhati Lingkungan Hidup Aldi Naba mewakili masyarakat Desa Salluang dan Kelurahan Bonto Lebang merasa terganggu dengan Kondisi Tempat Pembuangan Akhir di Kampung Batu Terang Desa Bonto Salluang, yang berbatasan dengan Kelurahan Bonto Lebang.
“Kondisi TPA di Desa Bonto Salluang sudah sangat memprihatinkan” ungkap Aldi. Dengan luas area kurang lebih 1 Hektar telah bertahun-tahun menampung sampah dari kota Bantaeng yang diperkirakan 28 Ton setiap hari, tambahnya.
“Pencemaran udara, lanjut Aldi juga sudah sangat menggangu lingkungan wilayah (Bonto Salluang dan Bonto Lebang, Red) bahkan sudah menyeberang ke Kelurahan Bonto Manai”. Jika tahun ini belum ada tindakan nyata jangan salahkan masyarakat Bonto Salluang akan memblokade semua armada sampah yang melintas diwilayah kami.
“Jika suatu saat nanti ada yang blokade jalan masuk, maka itu Aldi Naba” tegas Ketua Forum Pemerhati Lingkungan Hidup ini.
Pimpinan Rapat Asri Bakri, juga menyayangkan lambatnya respon yang diberikan eksekutif, terlepas dari anggota DPRD dirinyapun siap turun kejalan bersama masyarakat Bonto Salluang memblokade armada sampah yang melintas di jalan menuju TPA, timpal Asri sebelum menyerahkan ke Eksekutif untuk menyampaikan tanggapannya.
Kepala Bappeda Asruddin, ungkapkan anggaran untuk kajian sudah masuk dalam anggaran pokok, ungkap Asruddin.
“Bentuk action seperti apa, itu tergantung hasil kajian yang sudah masuk kedalam anggaran pokok tahun ini” jelas Kepala Bappeda. Berdasarkan hasil kajian itu pula menjadi dasar melakukan perencanaan, tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nasir Awing, Perumahan Pemukiman Armawansyah dan Dinas PU Andi Syafruddin.
Menanggapi jawaban eksekutif Herlina Aris, dengan suara lantang meminta eksekutif tidak bekerja setengah hati, pasalnya sudah 3 tahun yang lalu masyarakat Salluang keluhkan persoalan TPA, jawaban eksekutif terus berputar pada permasalahan hasil kajian, kata Legislator Partai Demokrat tiga periode ini.
“Eksekutif setengah hati menyikapi keluhan masyarakat Bonto Salluang, Saya pribadi siap turun kejalan bersama masyarakat Bonto Salluang” tegas Herlina, disambut Applaus dari perwakilan masyarakat Bonto Salluang. (Ar)

