Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR – Presiden Mahasiswa BEM Universitas Hamzanwadi sekaligus Koordinator Wilayah Bali Nusra BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), Izul Julian, menyampaikan kritik tajam terhadap arah kebijakan pemerintah yang dinilai menyimpang dari janji kesejahteraan rakyat.
Dalam pernyataan sikapnya, Izul menyebut bahwa program “Indonesia Emas 2045” tak lebih dari ilusi jika masih banyak kebijakan yang menindas rakyat kecil.
Ia menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari tambang ilegal yang merusak ruang hidup masyarakat adat, pemblokiran rekening warga secara sepihak oleh PPATK, hingga kebijakan pengambilalihan tanah rakyat yang dianggap mangkrak.
‘Negara bukan lagi pelindung, tapi justru membiarkan kerusakan dan penindasan itu terjadi,” tegas Izul.
Selain itu, ia juga mengkritisi pembabatan hutan yang berdampak pada komunitas adat, serta mempertanyakan transparansi dan kepentingan di balik program Koperasi Merah Putih yang diluncurkan pemerintah.
Menurut Izul, diamnya sebagian besar pihak menunjukkan krisis kesadaran kolektif di tengah kondisi yang mengkhawatirkan. Ia pun menyerukan mahasiswa dan rakyat untuk bangkit, bersuara, dan menolak segala bentuk kebijakan yang dinilai zalim.
“Indonesia Emas hanya akan terwujud jika rakyatnya berdaulat, adil, dan sejahtera,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, BEM Universitas Hamzanwadi menyatakan komitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan keadilan sosial serta memperkuat solidaritas antarwilayah sebagai kekuatan perubahan.(TT).

