Site icon Topik Terkini

Soroti Anggaran Stunting, Ketua DPRD Morut: “Jangan Lebih Besar Perjalanan Dinas daripada Nutrisi”

Topikterkini.com.Morowali Utara – Ketua DPRD Morowali Utara, Warda Dg Mamala, SE, memimpin langsung rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Morowali Utara pada Rabu (24/9/2025) pukul 14.00 WITA. Rapat tersebut membahas penyempurnaan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Suasana rapat berlangsung hangat ketika Warda dengan tegas mengkritisi pengalokasian anggaran penanganan stunting yang dinilainya tidak optimal. Ia menyoroti belanja perjalanan dinas yang justru lebih besar dibandingkan anggaran untuk intervensi langsung dalam penurunan stunting.

“Kita evaluasi perjalanan masing-masing dinasnya. Jangan lebih besar perjalanan dinasnya. Apa hubungannya Dinas Lingkungan Hidup dengan penurunan stunting?” tegas Warda.

Selain itu, Warda juga mempertanyakan pola pembagian anggaran yang dianggap tidak jelas. Ia secara terbuka menanyakan hal tersebut kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Morut, Musda Guntur.

“Pak Sekda, kenapa ini dibagi-bagi anggaran?” tanya Warda di hadapan peserta rapat.

Menanggapi hal itu, Sekda Musda Guntur mengakui adanya kelemahan evaluasi lintas sektor. Menurutnya, banyaknya usulan dari berbagai OPD membuat pembiayaan terlihat tersebar.

“Karena masing-masing ini mengajukan anggaran lintas sektor. Cuma selama ini evaluasi yang masih kurang. Terlalu banyak belanja-belanja, seharusnya intervensi terhadap belanja nutrisi, vitamin,” jelas Musda.

Ketua DPRD Morut pun kembali menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak akan tercapai jika belanja perjalanan dinas lebih besar daripada belanja intervensi kesehatan masyarakat. Ia meminta agar program stunting yang diajukan OPD benar-benar sesuai tupoksi masing-masing.

Rapat Banggar DPRD Morut ini menjadi momentum penting dalam memastikan alokasi APBD Perubahan 2025 tepat sasaran. DPRD Morut menegaskan komitmennya untuk mengawal anggaran daerah agar lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Laporan: Stefililis.

 

Exit mobile version