Site icon Topik Terkini

Dari Desa untuk Indonesia: Kodim 1425/Jeneponto Dampingi Peletakan Batu Pertama Kopdes Merah Putih

Dandim Jeneponto, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa turut serta dalam peletakan batu pertama pembangunan Kopdes Merah Putih Desa Paitana. (Foto:Arief)

Topikterkini.com-Jeneponto- Langkah besar menuju kebangkitan ekonomi desa mulai ditapaki. Kodim 1425/Jeneponto bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto resmi memulai pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KDKMP) melalui kegiatan peletakan batu pertama yang berlangsung serentak nasional, Jumat (17/10/2025) sore, di Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Acara di Jeneponto diawali dengan Vidcon nasional bersama Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, diikuti peletakan batu pertama oleh Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE., MM., Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, SIP., Kadis Koperasi dan Kades Paitana Jeneponto. Hadir dalam kegiatan unsur Forkopimda Jeneponto dan pengurus Kopdes Merah Putih Desa Paitana.

Dalam sambutannya, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menegaskan komitmen TNI untuk ikut mengawal dan mendukung penuh pembangunan fisik Kopdes Merah Putih di seluruh wilayah Jeneponto. Ia menyebut, keterlibatan Kodim bukan hanya simbolik, tetapi akan diwujudkan dalam kerja nyata di lapangan.

“Kami siap membantu secara swadaya, bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan Kopdes Merah Putih berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Abdul Muthalib juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal untuk berkolaborasi membangun koperasi desa sebagai pusat kegiatan ekonomi rakyat.

“Kopdes ini bukan hanya bangunan, tetapi gerakan bersama untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Jeneponto Paris Yasir menyampaikan apresiasi atas peran aktif Kodim dalam mendukung pembangunan koperasi di wilayahnya. Ia berharap keberadaan Kopdes Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Koperasi Merah Putih ini sangat dibutuhkan masyarakat. Banyak usaha kecil di desa yang bisa hidup kembali. Saya yakin kalau Dandim yang tangani, pasti cepat selesai,” ungkap Paris Yasir disambut tepuk tangan hadirin.
Bupati juga menegaskan bahwa program ini tidak boleh berhenti pada seremoni.
“Pembangunan harus berlanjut, bukan hanya seremonial. Dengan kolaborasi antara Pemda dan TNI-Polri, saya optimistis Jeneponto bisa jadi contoh bagi daerah lain,” tandasnya.

Secara nasional, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menjelaskan bahwa peletakan batu pertama ini menandai dimulainya tahap operasional 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, setelah seluruh legalitas selesai pada Juli 2025.

“Pada tahap awal, akan dibangun 800 unit fisik koperasi desa, dan akan diperluas secara bertahap. Ini merupakan bentuk nyata dari cita-cita Presiden Prabowo agar koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian nasional,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, keterlibatan TNI, BUMN, dan pemerintah daerah menjadi faktor kunci keberhasilan program tersebut.

“Dengan dukungan unsur TNI, Kopdes Merah Putih bukan sekadar program pemerintah, tapi gerakan negara menuju ekonomi gotong royong,” tegasnya.

Program Kopdes Merah Putih dirancang untuk menjadi pusat ekonomi rakyat di setiap desa. Koperasi ini akan menyalurkan kebutuhan pokok masyarakat, menampung hasil pertanian dan produk UMKM, sekaligus memperpendek rantai pasok agar harga di tingkat konsumen lebih terjangkau dan keuntungan petani meningkat.
Sementara Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menyebut program ini sebagai bentuk nyata pemerataan ekonomi dan kedaulatan nasional berbasis desa.

“Ini solusi terbaik dari Bapak Presiden. Dengan koperasi merah putih, produksi di desa akan aman dari sisi produksi, distribusi, dan harga. Kita sukseskan bersama tanpa perpecahan,” tegasnya.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, turut menyebut kegiatan ini sebagai tonggak awal gerakan ekonomi gotong royong.

“Hari ini sejarah dimulai. Dengan sinergi Kementerian, TNI, dan masyarakat desa, kita wujudkan cita-cita ekonomi Pancasila yang berasaskan gotong royong,” pungkasnya.

Peletakan batu pertama di Jeneponto menjadi bukti bahwa semangat pembangunan nasional benar-benar tumbuh dari desa. Di bawah koordinasi Kodim 1425/Jeneponto dan dukungan Pemkab, pembangunan fisik Kopdes Merah Putih bukan sekadar proyek, tetapi simbol kemandirian ekonomi masyarakat desa, gerakan gotong royong yang kini resmi dimulai dari tanah turatea.

Laporan: Arief Rahman/Redaksi

Exit mobile version