Topikterkini.com – Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 secara nasional diproyeksikan mengalami penurunan sekitar 15 persen dibandingkan alokasi APBN 2025. Koreksi anggaran ini berpotensi memengaruhi kemampuan fiskal seluruh daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Berdasarkan asumsi pemangkasan yang dihitung dari pagu awal DJPK Kementerian Keuangan, seluruh 13 kabupaten/kota di Sulteng diperkirakan mengalami penurunan alokasi TKD pada tahun 2026. Penurunan terbesar diprediksi terjadi di Kabupaten Banggai, sementara yang terkecil diperkirakan dialami Kabupaten Banggai Laut.
Berikut rincian proyeksi TKD 2026 untuk masing-masing daerah:
1. Kabupaten Morowali
- Pagu awal: Rp 1.319,02 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 197,85 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 1.121,17 miliar
- Termasuk daerah yang paling terdampak pemangkasan.
2. Kabupaten Banggai
- Pagu awal: Rp 2.103,09 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 315,46 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 1.787,63 miliar
- Daerah dengan nilai kehilangan terbesar di Sulteng.
3. Kabupaten Parigi Moutong
- Pagu awal: Rp 1.240,24 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 186,03 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 1.054,20 miliar
4. Kabupaten Morowali Utara
- Pagu awal: Rp 1.126,07 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 168,91 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 957,16 miliar
5. Kabupaten Donggala
- Pagu awal: Rp 1.073,01 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 160,95 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 912,06 miliar
6. Kota Palu
- Pagu awal: Rp 1.070,72 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 160,60 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 910,11 miliar
7. Kabupaten Poso
- Pagu awal: Rp 976,84 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 146,52 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 830,31 miliar
🔹8. Kabupaten Tojo Una-Una
- Pagu awal: Rp 963,11 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 144,46 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 818,64 miliar
9. Kabupaten Sigi
- Pagu awal: Rp 917,68 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 137,65 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 780,03 miliar
10. Kabupaten Tolitoli
- Pagu awal: Rp 828,10 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 124,21 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 703,89 miliar
11. Kabupaten Buol
- Pagu awal: Rp 697,08 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 104,56 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 592,52 miliar
12. Kabupaten Banggai Kepulauan
- Pagu awal: Rp 639,50 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 95,92 miliar
- Proyeksi TKD 2026: Rp 543,58 miliar
13. Kabupaten Banggai Laut
- Pagu awal: Rp 543,58 miliar
- Potensi kehilangan: Rp 81,53 miliar
- Daerah dengan pagu awal terkecil dan potensi pemangkasan paling kecil.
Apa Itu Dana Transfer ke Daerah (TKD)?
Dana Transfer ke Daerah (TKD) adalah dana yang bersumber dari APBN sebagai bagian dari belanja negara untuk mendukung penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah dalam kerangka desentralisasi fiskal.
Tujuan utama TKD:
- Mengurangi kesenjangan fiskal antardaerah
- Mendukung pemerataan layanan publik
- Memperkuat kapasitas anggaran pemerintah daerah
- Mengakselerasi pembangunan yang merata
TKD terdiri dari beberapa komponen utama:
1. Dana Perimbangan
Dana yang bersumber dari pendapatan negara dan dialokasikan ke daerah berdasarkan porsi tertentu (DAU, DAK, DBH).
2. Dana Otonomi Khusus
Dialokasikan untuk daerah tertentu yang memiliki kewenangan khusus, seperti Papua dan Papua Barat.
3. Dana Penyesuaian
Untuk mengatasi kesenjangan pembangunan dan mendorong pemerataan.**

