Oleh: Hj. Salmawati Paris,SE
(Ketua Pengurus Daerah Himpaudi Jeneponto)
Topikterkini.com, Jeneponto – Setiap langkah yang kita tempuh untuk anak usia dini adalah investasi bagi masa depan bangsa dan di Jeneponto, kita telah mengambil langkah yang berani dengan gerakan “1 Desa/Kelurahan Satu PAUD”. Awalnya, itu adalah sebuah harapan: memastikan setiap anak di setiap sudut desa memiliki akses ke pendidikan sejak dini.
Tapi hari ini, kita melihat realitas yang lebih indah : jumlah PAUD yang terdaftar sudah mencapai 270 di 113 Desa/Kelurahan – melebihi target awal yang kita tetapkan.
Ini bukan hanya angka, tapi bukti komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Himpaudi dan seluruh masyarakat Jeneponto yang peduli.
Namun, kita tidak berhenti di situ. Saat ini, bersama pemerintah kabupaten Jeneponto, kita sedang mendorong agar satu PAUD HI (Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif) terdapat di setiap desa/kelurahan.
Mengapa PAUD HI? Karena kita yakin, PAUD yang berbasis holistik integratif akan memberikan pelayanan komprehensif yang mencakup tidak hanya pendidikan, tapi juga pengasuhan, kesehatan, keselamatan, dan pelayanan dasar lainnya yang sangat diperlukan anak usia dini.
Tidak ada anak yang tertinggal – itu adalah janji kita. Setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau kondisi fisik-mentalnya, berhak mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.
Peran PAUD HI juga sangat krusial dalam mempercepat program wajib belajar 13 tahun. Kita percaya, wajib belajar 1 tahun pra-sekolah di usia PAUD adalah landasan yang tak tergantikan.
Ketika anak memasuki sekolah dasar dengan persiapan yang baik dari PAUD HI – baik dalam hal pengetahuan, keterampilan sosial, maupun kesehatan – mereka akan lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran selanjutnya. Ini membuat program wajib belajar tidak hanya menjadi kewajiban, tapi juga kesempatan yang dihargai oleh anak dan keluarga.
Di tengah perkembangan ini, kita menyadari bahwa keberhasilan program PAUD HI perlu didukung oleh pengetahuan dan praktek yang baik. Oleh karena itu, workshop penulisan praktek baik PAUD HI yang akan diselenggarakan memiliki makna yang sangat besar.
Melalui workshop ini, para guru PAUD dan pegiat PAUD di Jeneponto diberi kesempatan untuk menuliskan pengalaman, inovasi, dan kreativitas mereka sendiri. Tulisan-tulisan ini diharapkan akan menjadi referensi bagi pelaksanaan PAUD HI di seluruh daerah khususnya di Kabupaten Jeneponto– bukan hanya teori yang diambil dari luar, tapi praktek yang terbukti bekerja di tanah Jeneponto sendiri.
Pada titik ini, saya teringat akan pesan yang kuat dari Bachtiar Adnan Kusuma, yang menyatakan: “Praktek baik bukanlah sekadar catatan keberhasilan, melainkan cahaya yang menerangi jalan bagi mereka yang akan datang. Ia adalah bentuk kepedulian yang terwujud, yang menjadikan ide-ide indah tidak hanya tinggal di kertas, tapi hidup dan berkembang di tengah masyarakat.” Pesan ini sangat sesuai dengan apa yang kita lakukan di Jeneponto. Setiap praktek baik yang kita tulis bukan hanya untuk mendokumentasikan apa yang telah kita capai, melainkan untuk memberitahu, menginspirasi, dan membimbing para pegiat PAUD lain di daerah ini bahkan di luarnya untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi anak usia dini.
Kita yakin, dengan kerja sama yang erat antara Pemerintah, Himpaudi, guru, orang tua dan masyarakat, program PAUD HI di Jeneponto akan terwujud secara maksimal.
Setiap anak akan mendapatkan pelayanan yang komprehensif, setiap desa akan memiliki PAUD HI yang berkualitas, dan masa depan Jeneponto akan lebih cerah karena didasarkan pada generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki rasa hormat terhadap hak setiap orang.
Ini adalah perjalanan yang masih panjang, tapi dengan semangat yang sama yang telah membawa kita mencapai angka 270 PAUD hari ini, dan dengan cahaya praktek baik yang kita yakin akan meraih semua target yang kita tetapkan. (*)

