Topikterkini.com. LOMBOK TIMUR— Warga Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, terpaksa memegang sekop dan cangkul untuk menambal kerusakan jalan akibat proyek pembangunan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur yang diduga dibiarkan terbengkalai.
Akses jalan yang menghubungkan permukiman warga menuju Masjid Pusaka di Dusun Montong Gedeng kini dipenuhi lubang menganga dan gundukan tanah tak beraturan.
Jalan tersebut merupakan jalur utama aktivitas warga sehari-hari, termasuk sebagai akses penting bagi para pemudik yang akan segera tiba menjelang momentum hari besar keagamaan.
Ketua Pemuda Dusun Montong Gedeng, Paesal Kodrat, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menyebut proyek pemasangan pipa PDAM yang rampung pada 2022 justru menyisakan persoalan bagi masyarakat.
“Seharusnya setelah pemasangan pipa, jalan dikembalikan seperti semula. Tapi sampai sekarang dibiarkan rusak. Akhirnya warga yang harus turun tangan memperbaiki secara swadaya,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak dan lansia yang melintas menuju masjid maupun ke pusat aktivitas desa.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, menjelaskan bahwa proyek itu merupakan pekerjaan tahun 2022 yang dikerjakan oleh jajaran pejabat sebelumnya.
“Setelah saya konfirmasi ke internal, PDAM Lombok Timur sudah memberikan dana kepada pihak desa untuk melakukan perbaikan,” kata Sopyan saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan pihaknya tidak lepas tanggung jawab atas dampak pekerjaan tersebut.
“Kami tidak lepas tanggung jawab. Bahkan kami bertanggung jawab. Dana sudah kami salurkan untuk perbaikan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Ketangga terkait penggunaan dana perbaikan yang disebut telah disalurkan oleh pihak PDAM. Warga berharap perbaikan permanen segera dilakukan agar akses utama desa kembali layak dilalui.(TT).

