Jeneponto, topikterkini.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto menunjukkan komitmen nyata dalam melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Hal itu terbukti saat petugas melayani seorang perempuan dari Arungkeke yang memiliki keterbatasan fisik dan keterbelakangan mental dalam proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kamis (12/3/2026).
Proses perekaman data yang biasanya berjalan rutin menjadi tantangan tersendiri karena kondisi Jumatia yang tidak biasa.
Ia menunjukkan penolakan yang cukup keras, tidak mau melepaskan genggaman orang terdekatnya, dan merasa ketakutan saat melihat sorotan lampu dan kamera yang digunakan untuk perekaman foto wajah, sidik jari, serta retina mata.
“Dalam prosedur pembuatan KTP, semua tahapan perekaman harus dilakukan secara menyeluruh. Namun untuk saudari Jumatia, kami perlu mengatur pendekatan khusus dengan penuh kesabaran dan kepedulian,” ujar salah satu petugas yang menangani proses perekaman.
Dengan prinsip “Peduli, Inklusi, Melayani dengan Setulus Hati” yang menjadi landasan kerja, para petugas bekerja sama dengan keluarga Jumianti untuk mengikuti setiap arahan dengan sabar. Beberapa kali mereka memberikan semangat dengan cara bertepuk tangan dan bahkan memberikan hadiah kecil agar Jumianti merasa nyaman dan mau mengikuti prosedur.
Setelah melalui proses yang membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya, akhirnya seluruh tahapan perekaman dapat diselesaikan dengan baik.
Keberhasilan ini bahkan mendapatkan perhatian oleh para pegawai dan pengunjung yang ada di lokasi, yang memberikan semangat dan apresiasi kepada Jumatia dan tim petugas yang telah bekerja dengan maksimal.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Jeneponto Mustaufiq menyampaikan bahwa pelayanan inklusif ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan hak setiap warga negara dalam memperoleh dokumen identitas resmi.
“Kami akan terus meningkatkan kapasitas petugas agar mampu melayani semua kalangan dengan baik, sehingga tidak ada satu pun warga yang terpinggirkan dalam mendapatkan layanan publik,” tutupnya. (*)

