Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Dunia pendidikan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tengah menjadi sorotan publik. Sejumlah persoalan mencuat, mulai dari kebijakan mutasi kepala sekolah dan guru hingga kondisi infrastruktur sekolah yang dinilai memprihatinkan.
Kebijakan mutasi yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir disebut-sebut berdampak pada stabilitas proses belajar mengajar.
Sejumlah pihak menilai pergantian kepala sekolah dan guru yang terlalu cepat mengganggu kesinambungan program pendidikan di masing-masing sekolah.
“Adaptasi membutuhkan waktu. Ketika terlalu sering terjadi pergantian, tentu berdampak pada kinerja sekolah dan kualitas pembelajaran,” ujar salah satu Praktisi Hukum di Lotim Yuza, Senin (14/4).
Selain itu, kondisi fisik sejumlah gedung sekolah juga menjadi perhatian. Ditemukan banyak ruang kelas yang mengalami kerusakan, mulai dari atap bocor, dinding retak, hingga fasilitas penunjang yang tidak memadai. Hal ini dinilai turut memengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar.
Sejumlah guru mengaku kesulitan menciptakan suasana belajar yang optimal di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
“Kalau hujan, kegiatan belajar sering terganggu. Siswa juga jadi kurang fokus,” ungkap seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Dampak dari berbagai persoalan tersebut mulai dirasakan pada menurunnya kualitas pembelajaran. Beberapa sekolah dilaporkan mengalami penurunan capaian akademik siswa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menanggapi hal ini, pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah konkret. Perbaikan infrastruktur serta evaluasi kebijakan mutasi dinilai penting untuk mengembalikan kualitas pendidikan di Lombok Timur.
Pemerintah daerah pun didorong untuk lebih serius memperhatikan sektor pendidikan, mengingat perannya yang vital dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.(TT).

