Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Di tengah maraknya “perang opini” di media sosial terkait isu Syiah, berbagai tokoh di Kabupaten Lombok Timur menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan kerukunan masyarakat.
Tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga pimpinan pondok pesantren (ponpes) berkumpul dalam forum sinergitas yang digelar di Kantor Kementerian Agama Lombok Timur.
Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog sekaligus konsolidasi untuk merespons dinamika informasi yang berkembang di ruang digital.
Dalam forum tersebut, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat komunikasi lintas sektor guna mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Selain itu, mereka juga menegaskan pentingnya meluruskan informasi yang beredar, terutama yang berpotensi memicu konflik atau perpecahan.
“Arus informasi global yang masuk melalui media sosial harus disikapi dengan bijak. Kita perlu memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu faktual,” ujar salah satu peserta forum.
Para peserta juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat nilai-nilai toleransi antarumat beragama sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat di Lombok Timur.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat sinergi antar elemen daerah.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh pihak berkomitmen mewujudkan Lombok Timur yang aman, damai, dan rukun, sejalan dengan visi “Lombok Timur SMART”. Kerukunan Umat Beragama Sinergi Damai Basmi beritaHoax.(TT).

