Topikterkini.com. LOMBOK TIMUR— Pabrik porang di Lombok Timur mulai menyerap bahan baku dari berbagai daerah guna memenuhi kebutuhan produksi.
Sejumlah wilayah seperti Sumbawa dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi pemasok utama, dengan KLU tercatat sebagai penyuplai terbesar hingga saat ini.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menjelaskan bahwa tanaman porang memiliki keunggulan karena tidak memerlukan pupuk maupun pestisida.
Tanaman ini dapat tumbuh secara alami dan memiliki masa panen relatif singkat, yakni antara 6 hingga 10 bulan, tergantung ukuran umbi yang diinginkan.
“Porang ini akan terus dikembangkan. Nantinya akan ada kerja sama dengan Kementerian Sosial, selain itu petani juga mendapatkan pembinaan serta bantuan bibit yang diinisiasi oleh Universitas Mataram,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).
Pemerintah daerah, lanjutnya, telah mendukung pengembangan industri porang mulai dari pembangunan pabrik hingga infrastruktur pendukung. Saat ini, pabrik tersebut telah mampu memproduksi tepung porang yang dipasarkan hingga ke luar negeri, termasuk ekspor ke China.
“Kebutuhan bahan baku mencapai 60 ton per hari. Kami membeli porang dari petani dengan harga sekitar Rp10.200 per kilogram,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur PT Sanindo Pangan Rinjani, Dian Rahadian, menilai potensi pengembangan porang di Lombok Timur sangat besar. Namun, ia menekankan pentingnya membangun sistem yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
“Pengembangan harus mencakup kebun, industri, hingga hilirisasi. Saat ini kapasitas penyerapan bahan baku mencapai 60 ton per hari,” ungkapnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berencana mengembangkan perkebunan porang secara bertahap guna memperkuat pasokan bahan baku. Meski menyerap dari berbagai daerah, penyerapan hasil panen petani lokal di Lombok tetap menjadi prioritas utama.(TT).

