Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lombok Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (28/4) sekitar pukul 10.00 WITA.
Aksi tersebut diikuti sekitar 30 mahasiswa dari sejumlah kampus, di antaranya UGR, IAIH, ITKes, dan Muhammadiyah Lombok Timur.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan kritik terhadap kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur yang dinilai belum menunjukkan program nyata dalam memajukan sektor pendidikan.
Salah satu perwakilan aksi, Fahmi selaku Wakil Presiden Mahasiswa UGR, menyatakan bahwa hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah terkait peningkatan kualitas pendidikan.
“Belum ada terlihat program pemerintah terkait pendidikan ini,” ujarnya.
Massa aksi juga mempertanyakan fokus kerja Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur. Mereka menilai perhatian dinas lebih banyak tertuju pada mutasi kepala sekolah dibandingkan peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan siswa.
Selain itu, mahasiswa menyoroti kurangnya dukungan bagi siswa berprestasi. Menurut mereka, banyak pelajar yang memiliki potensi namun tidak mendapatkan perhatian maupun bantuan dari pemerintah daerah.
Aliansi BEM juga mengkritik pernyataan Kepala Dinas Dikbud yang sebelumnya disampaikan melalui media sosial. Mereka menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
“Pernyataan di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” kata salah satu peserta aksi.
Tak hanya itu, mereka juga menyoroti kondisi fasilitas pendidikan di sejumlah sekolah yang dinilai masih belum layak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Aksi berlangsung secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.(TT).

