Topikterkini.com.|Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Bidang Pendidikan memberikan sorotan tajam terhadap kondisi sistem pendidikan nasional. Meski alokasi anggaran terus meningkat, organisasi ini menilai belum terjadi perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat.
Mohammad Sodiq Fauzi, Ketua Bidang Pendidikan DPP GMNI, menegaskan bahwa di tengah klaim keberhasilan pemerintah, realitas di lapangan menunjukkan hak dasar pendidikan masih sulit diakses jutaan anak bangsa.
“Data mencatat angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih berada pada kisaran 3,7 hingga 4 juta anak, atau sekitar 7-8% dari total populasi usia sekolah. Ketimpangan akses ini sangat terasa tajam antara wilayah perkotaan dan daerah tertinggal,” ujar Sodiq dalam keterangan resminya.
Anggaran Meningkat, Realisasi Belum Optimal
Sodiq memaparkan, alokasi anggaran pendidikan tahun 2026 mencapai sekitar Rp757,8 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp724,3 triliun. Namun, ia menyayangkan bahwa hampir 50% dari anggaran tersebut terserap untuk belanja pegawai berupa gaji dan tunjangan, yang dinilai belum secara langsung meningkatkan kualitas pembelajaran.
Di sisi lain, kebutuhan mendesak seperti pening(tim/red)

