Site icon Topik Terkini

Sayembara Desain Gedung Wanita Lotim Dipertanyakan, FRB Soroti Prioritas  Program Daerah PUPR!

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Sayembara desain arsitektur tingkat nasional untuk pembangunan Gedung Serbaguna (Gedung Wanita) Selong dan penataan ulang landscape Taman Rinjani yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur beberapa bulan lalu mulai menuai sorotan publik.

 

Sejumlah pihak mempertanyakan kelanjutan sayembara tersebut, mulai dari siapa pemenang sayembara, pihak yang memenangkan tender, hingga tujuan utama pelaksanaan program tersebut.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Dewanto Hadi, sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru dinilai penting karena fasilitas Gedung Wanita yang ada saat ini sudah tidak lagi memadai.

 

“Konidisi Gedung Wanita saat ini sudah tidak mencukupi untuk acara-acara skala besar. Oleh karena itu, kita membutuhkan gedung baru yang multifungsi,” ujar Dewanto beberapa waktu lalu.

 

Ia menjelaskan, sayembara tersebut dibuka untuk seluruh arsitek profesional di Indonesia guna menghadirkan ide-ide baru dalam pembangunan daerah. Pemerintah daerah juga menyiapkan hadiah dengan total ratusan juta rupiah bagi para pemenang.

 

Adapun rincian hadiah yang disiapkan yakni Juara I sebesar Rp150 juta, Juara II Rp100 juta, dan Juara III Rp75 juta. Pendaftaran sayembara dibuka sejak 16 Maret hingga 4 April 2026, dengan target pembangunan rampung pada 2027.

 

“Proyek ini menjadi salah satu program prioritas daerah yang diharapkan mampu meningkatkan estetika kota sekaligus fungsi pelayanan publik,” kata Dewanto.

 

Namun, program tersebut mendapat kritik dari Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur. Ketua FRB Lotim, Eko Rahdi, menilai pemerintah daerah seharusnya lebih memprioritaskan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

 

Menurutnya, masih banyak persoalan infrastruktur jalan, gedung sekolah, fasilitas kesehatan, hingga penanganan kemiskinan yang perlu mendapat perhatian serius.

 

“Padahal dari infrastruktur jalan, gedung sekolah, penanganan kemiskinan, fasilitas kesehatan, dan program SMART, seharusnya itu yang lebih dikedepankan,” ujar Eko Rahdi, Rabu (7/5/2026).

 

Ia juga menyoroti anggaran hadiah sayembara yang mencapai ratusan juta rupiah. Menurutnya, dana tersebut lebih baik dialokasikan untuk pembangunan yang lebih prioritas.

 

“Dari hadiah sayembara senilai ratusan juta untuk juara 1 sampai 3, lebih baik dana tersebut digunakan untuk menambah pembangunan yang prioritas,” katanya.(TT).

Exit mobile version