Site icon Topik Terkini

PUPR Lotim Progres Jalan Tahun Jamak Capai 36,37 Persen, Anggaran dan Proses Tender Gedung Wanita Terindikasi Menjadi Goib!

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur mulai menjadi sorotan publik terkait progres fisik pembangunan jalan dalam skema penganggaran tahun jamak serta Anggaran pembangunan dan Proses Tender Gedung.

 

Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi, menyampaikan bahwa progres fisik kegiatan jalan dalam skema tahun jamak saat ini telah mencapai 36,37 persen. Seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan rampung sesuai kontrak pada November 2026.

 

“Pengaspalan tetap berjalan, bersamaan dengan itu pekerjaan bahu jalan beton dilakukan bertahap di beberapa ruas yang sudah selesai diaspal. Lebar bahu jalan sekitar 60 hingga 70 sentimeter di kiri dan kanan ruas,” ujar Dewanto saat ditemui wartawan, Kamis (7/5/2026).

 

Menurutnya, sebagian ruas jalan telah selesai pada tahap pengaspalan permukaan. Namun, beberapa ruas lainnya masih menunggu penyelesaian bahu jalan menggunakan beton ready mix.

 

Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut dipengaruhi antrean pasokan ready mix dari pabrikan akibat tingginya permintaan pada triwulan kedua, baik untuk proyek di Lombok Timur maupun di luar daerah.

 

Dewanto menegaskan, pekerjaan bahu jalan sangat penting karena permukaan aspal baru lebih tinggi dibanding kondisi sebelumnya. Tanpa penguatan bahu jalan, perbedaan elevasi itu berpotensi menyebabkan kerusakan di tepi badan jalan.

 

Dari total penanganan sekitar 165 kilometer ruas jalan dalam paket tahun jamak, sekitar 45 hingga 50 kilometer di antaranya telah selesai dilakukan pengaspalan permukaan.

 

Selain pengaspalan, sejumlah pekerjaan lain juga masih berlangsung secara simultan, seperti pembangunan talut irigasi, pemasangan blok pada deker, hingga penebaran lapisan pondasi jalan di beberapa titik.

 

“Memang bertahap karena menunggu suplai ready mix, tetapi kami optimistis selesai sesuai jadwal November 2026,” katanya.

 

Terkait aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah Kalijaga Timur, Dewanto mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan yang belum terakomodasi dalam paket awal pekerjaan.

 

Menurut dia, ruas-ruas tersebut akan diupayakan masuk melalui pemanfaatan sisa tender tahun sebelumnya sesuai arahan pimpinan daerah.

 

Saat ini, PUPR bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tengah membahas perubahan Peraturan Daerah terkait skema tahun jamak guna menyesuaikan alokasi anggaran akibat adanya sisa tender yang harus diakomodasi pada tahun 2026.

 

Meski terjadi penyesuaian anggaran per tahun, total akumulasi anggaran disebut tetap sesuai rencana awal, yakni Rp250 miliar untuk pembangunan jalan dan Rp32 miliar untuk pembangunan gedung serbaguna atau Gedung Wanita.

 

Berdasarkan data terakhir, panjang jalan kabupaten di Lombok Timur mencapai 1.211 kilometer. Sebelum program tahun jamak berjalan, tingkat kemantapan jalan berada di kisaran 65 persen.

 

Pemerintah daerah berharap, melalui tambahan pekerjaan tahun jamak serta dukungan program dari APBN, seperti penanganan ruas jalan Pemotong–Kotaraja, tingkat kemantapan jalan dapat meningkat hingga mencapai 70 persen.

 

Dewanto juga menyebutkan, standar lebar jalan pada program APBN mencapai tujuh meter, sedangkan lebar jalan kabupaten bervariasi antara lima hingga enam meter menyesuaikan kondisi eksisting di lapangan.(TT).

Exit mobile version