Site icon Topik Terkini

Pemkab Buol perkuat pelayanan pengelolaan lingkungan hidup melalui kompetensi dan standa lab daerah

Topikterkini.com.|Buol – Pemerintah Kabupaten Buol terus memperkuat kualitas pelayanan pengelolaan lingkungan hidup melalui peningkatan kompetensi dan standar mutu laboratorium daerah.

Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan witness sampling dan assessment menuju akreditasi UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol sesuai standar SNI ISO/IEC 17025:2017.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, tanggal 11-13 Mei 2026, tersebut menghadirkan asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) guna melakukan penilaian langsung terhadap kompetensi teknis personel laboratorium serta sistem manajemen mutu yang diterapkan.

Pelaksanaan kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buol, Syarif, S.Pt., sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Buol dalam menghadirkan layanan pengujian kualitas lingkungan yang profesional, akurat, dan diakui secara nasional.

Melalui Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten Buol, Mimi Mariani, S.Si., M.Si., dijelaskan bahwa proses witness merupakan tahapan penting dalam proses akreditasi laboratorium karena asesor melakukan pengamatan langsung terhadap proses pengambilan sampel hingga pengujian parameter lingkungan yang dilakukan oleh analis laboratorium.

“Witness ini dilakukan untuk memastikan bahwa personel teknis bekerja sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat. Ini bukan hanya tentang alat yang canggih, tetapi bagaimana analis mengoperasikan alat tersebut dan menginterpretasikan data secara kompeten,” jelasnya.

Menurutnya, akreditasi laboratorium bukan sekadar pemenuhan administrasi, namun menjadi bagian penting dalam menjamin validitas data ilmiah yang digunakan dalam pengambilan kebijakan lingkungan hidup di daerah.

Dalam proses assessment tersebut, sejumlah aspek menjadi fokus penilaian asesor KAN, di antaranya kompetensi teknis personel laboratorium, proses kalibrasi peralatan, penerapan sistem jaminan mutu, hingga konsistensi penerapan standar operasional laboratorium sesuai ketentuan SNI ISO/IEC 17025:2017.

Selain itu, tim asesor juga melakukan evaluasi terhadap sistem dokumentasi, pengendalian mutu hasil pengujian, serta kemampuan laboratorium dalam menjaga ketelusuran pengukuran dan validitas data hasil uji.

Pemerintah Kabupaten Buol menilai keberadaan laboratorium lingkungan yang terakreditasi memiliki peran strategis dalam mendukung pengawasan dan pengendalian kualitas lingkungan hidup, khususnya dalam penyediaan data ilmiah yang akurat dan terpercaya.

Ke depan, UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten Buol juga diproyeksikan tidak hanya melayani kebutuhan internal pemerintah daerah dalam pemantauan lingkungan, tetapi mampu berkembang menjadi laboratorium rujukan yang memberikan layanan pengujian bagi pihak ketiga.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi jasa layanan pengujian laboratorium lingkungan.

Dengan terlaksananya kegiatan witness dan assessment ini, Pemerintah Kabupaten Buol optimistis UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten Buol mampu memenuhi standar nasional akreditasi dan menjadi laboratorium terpercaya dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, berbasis data ilmiah, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.***

Exit mobile version