TAKALAR, Topikterkini.com – Wakil Bupati (Wabup) Takalar, H. Hengky Yasin, menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tragis yang merenggut nyawa dua bocah di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, pada Rabu malam (27/5/2026).
Kedua korban diketahui bernama Arzaki (4) dan Asril (3) warga dusun Bontosunggu. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua korban awalnya dilaporkan hilang setelah tidak kunjung kembali ke rumah hingga sore hari.
Pihak keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar tempat tinggal dan menyisir sejumlah titik di lokasi proyek. Alhasil, sekitar pukul 21.40 Wita, kedua korban ditemukan di dalam lubang galian septic tank Masjid proyek Sekolah Rakyat dalam kondisi terapung dan sudah tidak bernyawa.
Mendengar kabar duka itu, Wabup Hengky Yasin langsung mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa prihatin sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang tengah berduka mendalam.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Takalar, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujar Hengky Yasin saat berada di rumah duka. Kamis (28/5/2026).
Ia juga meminta agar seluruh pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek pembangunan lebih memperhatikan aspek keselamatan lingkungan, terutama pada area yang berpotensi membahayakan warga sekitar, khususnya anak-anak.
Menurut Hengky, kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius agar tidak kembali terulang di kemudian hari. Ia berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan proyek, termasuk pemasangan pembatas dan tanda peringatan di lokasi berbahaya.
Suasana haru menyelimuti rumah duka saat keluarga, kerabat, dan warga sekitar terus berdatangan memberikan doa serta dukungan kepada keluarga korban. Peristiwa ini pun menjadi duka mendalam bagi masyarakat Takalar, terlebih terjadi di momentum Hari Raya Idul Adha. (*)

