Site icon Topik Terkini

Dari Keruak ke Selong Berujung Duka! Kasus Niken Mengguncang Lotim, IT99 Angkat Bicara

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Meninggalnya Niken Hafizoh Anggraini, seorang guru swasta asal Kecamatan Sakra Barat, saat menjalani proses rujukan dari RSUD Patuh Karya Keruak menuju RSUD dr. R. Soedjono Selong, memicu sorotan terhadap sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Lombok Timur.

 

Ketua IT99, Hadiyat Dinata, menilai peristiwa tersebut tidak cukup dipandang sebagai risiko medis semata. Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan kesehatan, mulai dari proses penanganan pasien hingga sistem rujukan antar rumah sakit.

 

“Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terbuka. Mengapa pasien yang sebelumnya dinilai dapat ditangani di RSUD Patuh Karya akhirnya harus dirujuk dalam kondisi kritis? Mengapa keluarga mengaku pasien terus mengeluh kesakitan setelah operasi hingga mengalami pendarahan sebelum dirujuk? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab secara transparan,” kata Dinata.

 

Ia menegaskan, apabila kasus serupa terus berulang dalam rentang waktu yang berdekatan, maka persoalannya tidak lagi dapat dipandang sebagai kesalahan teknis individual.

 

“Kalau kejadian seperti ini terus terjadi, maka yang harus dievaluasi adalah sistemnya. Pelayanan kesehatan harus mampu mencegah tragedi, bukan hanya merespons setelah tragedi terjadi,” ujarnya.

 

Dinata juga mengkritisi mekanisme pelayanan terhadap pasien rujukan yang menurutnya harus disertai evaluasi medis secara menyeluruh.

 

“Setiap pasien yang dirujuk wajib mendapatkan pemeriksaan komprehensif. Keselamatan pasien tidak boleh hanya bergantung pada dokumen rujukan, tetapi harus menjadi prioritas utama tenaga kesehatan di setiap fasilitas layanan,” katanya.

 

Selain itu, ia menyoroti informasi yang beredar terkait tindakan induksi persalinan yang dilakukan sebelum pasien menjalani operasi caesar. Menurutnya, rumah sakit perlu memberikan penjelasan yang terbuka mengenai dasar pertimbangan medis atas setiap tindakan yang dilakukan.

 

“Transparansi penting agar masyarakat memahami bahwa setiap tindakan medis dilakukan berdasarkan pertimbangan profesional dan standar pelayanan yang berlaku,” ujarnya.

 

Tidak hanya menyoroti RSUD Patuh Karya Keruak, Dinata juga meminta RSUD dr. R. Soedjono Selong sebagai rumah sakit rujukan utama di Lombok Timur untuk terus memperkuat sistem penerimaan pasien gawat darurat agar proses penanganan berjalan cepat dan efektif.

 

“Rumah sakit rujukan harus menjadi garda terdepan penyelamatan nyawa. Kecepatan respons dan koordinasi yang baik sangat menentukan keselamatan pasien,” katanya.

 

Lebih lanjut, Dinata meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah, termasuk standar pelayanan, mekanisme rujukan, serta pengawasan terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.

 

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah langkah nyata berupa evaluasi dan perbaikan sistem. Hasil evaluasi juga perlu disampaikan secara terbuka agar kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan tetap terjaga,” ujarnya.

 

Menurut Dinata, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari pembangunan gedung atau pengadaan peralatan medis, tetapi juga dari kemampuan sistem dalam memberikan pertolongan cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Kasus meninggalnya Niken Hafizoh Anggraini kini menjadi perhatian publik di Lombok Timur. Masyarakat menunggu langkah pemerintah dan pihak rumah sakit dalam memberikan penjelasan serta melakukan evaluasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak RSUD Patuh Karya Keruak, RSUD dr. R. Soedjono Selong, maupun Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terkait pernyataan yang disampaikan Ketua IT99 tersebut.(TT).

Exit mobile version