Site icon Topik Terkini

Pemkab Lotim Rencanakan Pembangunan Peternakan Unggas Modern, Tunggu Anggaran Perubahan

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) merencanakan pembangunan peternakan unggas modern sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan teknologi peternakan bagi masyarakat.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Mashyur, mengatakan rencana pembangunan tersebut sebelumnya sempat tertunda dan kini menunggu kepastian melalui anggaran perubahan tahun 2026.

 

Menurutnya, jika peternakan dibangun secara konvensional seperti yang selama ini dilakukan masyarakat, anggaran sekitar Rp1,5 miliar dinilai cukup.

 

Namun, karena konsep yang diusung adalah peternakan modern dengan berbagai fasilitas pendukung, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

 

“Jika tidak ada kendala, kami akan berangkat ke Malang untuk melihat langsung sekaligus mempelajari kebutuhan pembangunan kandang modern tersebut. Staf juga akan ikut belajar terkait pengelolaannya,” ujar Mashyur, Kamis (25/6/2026).

 

Ia menjelaskan, peternakan modern yang direncanakan akan mengusung konsep smart poultry farm atau kandang pintar yang dilengkapi berbagai teknologi penunjang.

 

Di antaranya sistem pengolahan limbah, mesin pengambil telur otomatis, mesin pemberi pakan, hingga kandang tertutup (closed house) yang mampu mengurangi bau dan meningkatkan efisiensi produksi.

 

Menurut Mashyur, keberadaan teknologi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat nilai investasi pembangunan cukup besar.

 

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang belum ada di daerah lain sehingga Lombok Timur bisa menjadi yang pertama memiliki kandang unggas modern seperti ini,” katanya.

 

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Lombok Timur telah menyiapkan lahan seluas satu hektare. Ke depan, lokasi tersebut bahkan berpotensi dikembangkan menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) agar pengelolaannya lebih optimal dan menjadi aset murni dinas.

 

“Kalau memang berkembang dengan baik, tidak menutup kemungkinan nantinya dijadikan UPT karena kita memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk mengelolanya,” jelasnya.

 

Mashyur berharap keberadaan peternakan unggas modern tersebut dapat menjadi model percontohan bagi para peternak di Lombok Timur dalam menerapkan sistem budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

 

Meski demikian, ia menilai keberhasilan program tersebut juga bergantung pada kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam menerapkan manajemen peternakan modern.

 

Adapun tahap awal, peternakan tersebut direncanakan mampu menampung sekitar 500 ekor unggas. Pelaksanaannya akan dimulai setelah mendapatkan persetujuan dalam anggaran perubahan.

 

“Kita masih menunggu anggaran perubahan. Jika disetujui, maka pembangunan akan segera kita laksanakan,” pungkasnya.

 

(Harianang).

Exit mobile version