Topikterkini.com./ LOMBOK TIMUR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur mencatatkan capaian positif pada tahun 2026, Rabu,08/07/2026.
Selain meraih opini Wajar dalam audit keuangan, perusahaan daerah tersebut juga memperoleh predikat Sehat berdasarkan hasil audit kinerja, seiring meningkatnya jumlah pelanggan hingga menembus lebih dari 41 ribu sambungan.
Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sofian Hakim, dalam laporannya menyampaikan bahwa hasil audit keuangan yang dilakukan konsultan akuntan pada Juni 2026 memberikan opini wajar sesuai standar akuntansi keuangan.
Sementara itu, hasil audit BPKP Perwakilan NTB untuk tahun buku 2025 menempatkan PDAM Lombok Timur dalam kategori sehat.
“Alhamdulillah hasil audit keuangan oleh konsultan akuntan pada Juni 2026 dengan opini wajar sesuai standar akuntansi keuangan. Dan hasil audit BPKP Perwakilan NTB untuk tahun 2025 dengan kategori sehat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, cakupan pelayanan PDAM terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, jumlah pelanggan tercatat mencapai 41.389 pelanggan, atau bertambah 5.059 pelanggan dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Sofian, capaian tersebut menempatkan PDAM Lombok Timur sebagai PDAM terbaik kedua di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah PDAM Giri Menang.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meminta seluruh kepala cabang PDAM bekerja maksimal agar target pelayanan air bersih dapat tercapai. Ia juga mendorong penguatan kerja sama dengan pihak ketiga untuk mempercepat pembangunan jaringan perpipaan.
Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur siap mendukung pemanfaatan sumber mata air milik masyarakat yang memiliki elevasi dan lokasi strategis agar dapat dimanfaatkan untuk melayani masyarakat di wilayah sekitarnya.
“Kalau ada sebuah mata air yang dimiliki masyarakat dan sesuai lokasinya, akan bermanfaat untuk masyarakat di bawahnya. Pemerintah tetap siap,” kata Haerul Warisin.
Selain itu, Bupati juga mendorong PDAM membuka peluang investasi dalam pengembangan infrastruktur air bersih. Menurutnya, kebutuhan layanan air bersih di Lombok Timur masih sangat besar sehingga memerlukan dukungan investasi untuk memperluas jaringan distribusi.
“Kita akan jadikan Lotim sebagai tempat investor berinvestasi, membangun hotel, restoran dan lainnya. Jumlah masyarakat yang sudah terlayani air ini masih sangat kecil, sementara masih banyak masyarakat yang membutuhkan menjadi pelanggan,” ujarnya.
Haerul Warisin juga meminta manajemen PDAM segera melengkapi persyaratan terkait perubahan status perusahaan, serta mengkaji penyesuaian tarif dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan membandingkannya dengan daerah lain agar tarif tetap terjangkau.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kinerja PDAM Lombok Timur sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih yang berkualitas di seluruh wilayah kabupaten.(TT).

