Site icon Topik Terkini

Peletakan Batu Pertama Irigasi Tersier oleh Bupati Takalar Disambut Antusias Petani Polsel

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye didampingi Kadis Pertanian Parawangsa, melakukan peletakan baru pertama pembangunan jaringan irigasi tersier di Kelurahan Bontokadatto Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel). (Dok. Ist)

TAKALAR, Topikterkini.com – Suasana penuh antusias terlihat saat Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye melakukan peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi tersier di Lingkungan Bantinoto I, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Rabu (22/7/2026).

Prosesi tersebut menjadi awal pembangunan jaringan irigasi yang diharapkan mampu memperkuat pasokan air bagi kawasan pertanian di wilayah tersebut.

Puluhan petani yang berasal dari berbagai kelompok tani hadir menyaksikan langsung dimulainya pembangunan infrastruktur tersebut.

Ketua Induk P3A Daerah Irigasi Pamukulu, Nasir, mengatakan jaringan irigasi yang dibangun memiliki panjang sekitar 300 meter.

“Kami berharap pembangunan ini segera selesai agar aliran air menuju lahan pertanian masyarakat semakin lancar,” ujar Nasir.

Sementara, Daeng Manye dalam sambutannya menegaskan bahwa, pembangunan irigasi merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani.

“Air adalah penyambung kehidupan bagi pertanian. Karena itu pemerintah terus memperjuangkan agar pasokan air tetap tersedia sehingga masyarakat bisa terus meningkatkan hasil panennya,” kata Daeng Manye.

Ia mengajak seluruh petani menjaga jaringan irigasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas TPHPKP Takalar Parawangsa, Plt Camat Polongbangkeng Selatan, Ayatullah Rawatib, Kapolsek Polsel AKP Kaharuddin, Danramil Polsel Kapten Inf Alhan, dan Kabid Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Pertanian, Ilham.

Usai sambutan, Bupati bersama unsur Forkopimcam secara simbolis melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan.

Kegiatan yang berlangsung sekitar satu jam itu ditutup dengan harapan agar pembangunan segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi petani di Polongbangkeng Selatan. (*)

Exit mobile version