Site icon Topik Terkini

Pastikan Kelayakan Lokasi, Dinas Pertanian Sulsel Monitoring Closed House Ayam Petelur di Kalimporo

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto melakukan monitoring lokasi closed house (CH) ayam petelur di Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Rabu (12/08/2026).

Monitoring tersebut dilakukan oleh Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Ahmad Masykuri, S.Pt., M.Si, didampingi Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Hasan Basri, S.Sos, bersama Tim Pelaksana Kajian Feasibility Study (FS).

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan lokasi yang menjadi objek kajian dalam rencana pengembangan peternakan ayam petelur dengan sistem closed house.

Tim melakukan peninjauan lapangan terhadap kondisi lokasi serta sejumlah aspek teknis yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kajian kelayakan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Ahmad Masykuri, S.Pt., M.Si, mengatakan bahwa monitoring lapangan merupakan bagian penting dari proses kajian Feasibility Study untuk memastikan lokasi yang direncanakan benar-benar memiliki kelayakan untuk pengembangan closed house ayam petelur.

“Kami turun langsung ke lapangan bersama tim untuk melihat kondisi lokasi secara faktual. Dari hasil monitoring ini nantinya akan menjadi bahan dalam kajian Feasibility Study, baik dari aspek teknis maupun aspek pendukung lainnya,” ujar Ahmad Masykuri.

Menurutnya, penerapan sistem closed house merupakan salah satu upaya untuk mendorong pengelolaan peternakan ayam petelur yang lebih modern dan terukur.

“Kita ingin memastikan setiap perencanaan dilakukan dengan kajian yang matang. Harapannya, apabila hasil kajian menyatakan lokasi ini layak, maka pengembangan closed house dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas peternakan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Hasan Basri, S.Sos, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik pelaksanaan monitoring dan kajian tersebut sebagai bagian dari upaya pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Jeneponto.

“Monitoring ini sangat penting karena kita ingin memastikan kondisi lokasi secara langsung. Dengan adanya kajian Feasibility Study, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kelayakan dan kesiapan lokasi untuk pengembangan closed house ayam petelur,” kata Hasan Basri.

Hasan berharap hasil kajian nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan peternakan ayam petelur di wilayah tersebut.

“Kami berharap sinergi antara Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto dan tim pelaksana kajian dapat terus berjalan dengan baik. Mudah-mudahan hasilnya dapat mendukung pengembangan peternakan yang lebih modern, produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Pengembangan closed house ayam petelur diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan melalui penerapan teknologi serta manajemen pemeliharaan yang lebih baik.

Hasil monitoring lapangan tersebut selanjutnya akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan kajian Feasibility Study untuk menentukan kelayakan dan kesiapan lokasi pengembangan closed house ayam petelur di Desa Kalimporo.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan subsektor peternakan yang modern, produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Jeneponto.

Laporan: ERANK

Exit mobile version