Site icon Topik Terkini

Tembakau Lotim Disebut Berkualitas, Petani Minta Bupati Iron Cari Solusi agar Harga Tak Terus Jadi Keluhan, BUMd di Pungsikan Beli Hasil Panen

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Persoalan harga tembakau kembali menjadi keluhan petani di Kabupaten Lombok Timur. Setiap musim panen, petani menghadapi ketidakpastian harga ketika menjual hasil tembakau kepada perusahaan.

 

Kondisi tersebut mendorong petani meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mencari solusi jangka panjang, salah satunya dengan membuka peluang bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ikut membeli hasil tembakau petani.

 

Irwan, salah seorang petani tembakau di Lombok Timur, mengatakan gejolak harga tembakau hampir selalu terjadi setiap tahun. Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani kesulitan mendapatkan kepastian nilai jual hasil panen.

 

“Memang setiap tahun kita terus bergejolak di bawah terkait harga tembakau,” kata Irwan, Selasa (8/9/2026).

 

Ia mengungkapkan, harga tembakau yang diterima petani saat ini dinilai mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk kualitas tertentu, menurutnya, harga yang diperoleh petani berada di kisaran Rp4 juta lebih, sementara sebelumnya dapat mencapai Rp5 juta hingga Rp6 juta.

 

“Dulu dapat kita Rp5 juta sampai Rp6 juta, kenapa sekarang turun?” ujarnya.

 

Karena itu, Irwan berharap pemerintah daerah tidak hanya hadir ketika persoalan harga muncul, tetapi juga menyiapkan solusi yang dapat memberikan posisi tawar lebih kuat kepada petani.

 

Salah satu opsi yang diusulkannya adalah pemerintah daerah mendorong BUMD agar dapat membeli langsung hasil tembakau masyarakat. Dengan demikian, petani memiliki alternatif pasar dan tidak sepenuhnya bergantung kepada perusahaan pembeli.

 

“Pemerintah Daerah Lombok Timur agar bisa membuka peluang untuk BUMD membeli hasil tembakau masyarakat,” katanya.

 

Menurut Irwan, skema tersebut bukan sesuatu yang mustahil diterapkan. Ia mencontohkan daerah lain yang dinilai telah memiliki upaya untuk memperkuat posisi petani dalam pemasaran hasil tembakau.

 

“Kayak di luar daerah, contoh di Madura. Kita harus bisa seperti itu. Masa Pemda Lotim tidak bisa?” katanya.

 

Ia juga menilai tembakau Lombok Timur memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menurutnya, kualitas tembakau yang dihasilkan petani cukup baik, termasuk dari sisi kadar nikotin.

 

“Kualitas tembakau kita sangat bagus, nikotinnya juga,” ujarnya.

 

Irwan berharap Bupati Lombok Timur dapat mempertemukan pengusaha lokal, petani, dan pihak terkait untuk mencari pola pemasaran yang lebih menguntungkan bagi petani.

 

Ia menilai diperlukan langkah konkret agar persoalan harga tembakau tidak terus berulang setiap musim panen.

 

“Mungkin Bupati bisa mengumpulkan pengusaha lokal untuk mencari solusi agar persoalan harga ini tidak menjadi keluhan kita setiap tahun,” pungkasnya.

 

Di sisi lain, usulan pembentukan atau optimalisasi peran BUMD sebagai pembeli tembakau tentu membutuhkan kajian lebih lanjut, termasuk aspek bisnis, modal, mekanisme pembelian, kapasitas penyimpanan, hingga kepastian pasar.

 

 Pemerintah daerah juga perlu melibatkan perusahaan dan pelaku usaha tembakau agar solusi yang dibangun dapat berjalan secara berkelanjutan.(Tt).

Exit mobile version