Site icon Topik Terkini

Ancam Di Pecat! Dugaan Pengurangan Menu MBG hingga Chat WhatsApp Beredar , Mitra SPPG Suralaga 1 Dipertanyakan

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Suralaga 1, Lombok Timur, menjadi sorotan. Sejumlah informasi yang beredar memunculkan dugaan adanya pengurangan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat.

 

Selain dugaan tersebut, muncul pula persoalan terkait kamera pengawas atau CCTV di lingkungan SPPG yang disebut dalam kondisi tidak aktif. Di tengah situasi itu, beredar percakapan melalui WhatsApp yang turut menambah perhatian terhadap tata kelola internal SPPG Suralaga 1.

 

Dalam percakapan yang beredar, terdapat pernyataan tegas dari pihak mitra terkait pemberhentian karyawan. Salah satu pesan yang beredar menyebut, “Ada yang dekat dengan ahli gizi, saya pecat”.

Persoalan lain mencuat dari sejumlah karyawan yang mengaku diberhentikan pada Agustus. Mereka menyebut jumlah karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja mencapai puluhan orang. 

 

Para karyawan tersebut mengaku diberhentikan tanpa surat peringatan (SP) dan tanpa melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan kepada mereka.

 

Selain itu beredar juga chat wahtshap “Jika ada yang dekat dengan Ahli Gizi saya pecat”.

 

 

Sejumlah mantan karyawan menduga pemberhentian terjadi setelah mereka tidak bersedia mengikuti arahan mitra yang dinilai menyimpang dari ketentuan pengelolaan program MBG. 

 

Mereka juga mengungkap adanya dugaan upaya memainkan harga serta mengurangi barang atau komponen menu yang seharusnya digunakan untuk penyediaan makanan bagi penerima manfaat.  Mereka mengaku diberhentikan pada Agustus dan menyebut pemberhentian tersebut dilakukan tanpa surat peringatan (SP).

 

Menurut keterangan para mantan karyawan, mereka diberhentikan setelah menolak sejumlah arahan dari pihak mitra yang mereka nilai tidak sesuai dengan ketentuan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Mereka juga menduga terdapat rencana pengaturan harga serta pengurangan sejumlah barang atau komponen menu sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat.

 

 

Namun, dugaan tersebut masih sebatas klaim dari mantan karyawan dan belum dapat diverifikasi secara independen.

 

Para mantan karyawan berharap pengelolaan SPPG dapat dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan, terutama karena program tersebut berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat.

 

Atas berbagai tudingan tersebut, pihak pengelola atau mitra SPPG Suralaga 1 belum bisa di konfirmasi mengenai alasan pemberhentian karyawan, mekanisme pengadaan bahan makanan, penyusunan menu, serta pengelolaan CCTV di lingkungan SPPG.(Tt).

Exit mobile version