Topikterkini.com. LOMBOK TIMUR— Permintaan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Lombok Timur mengalami peningkatan signifikan.
Peningkatan tersebut turut didorong oleh adanya program perlindungan sosial (Perlinsos) yang mendorong masyarakat melakukan aktivasi IKD sebagai salah satu persyaratan pengajuan secara mandiri.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur, Cipto Tri Utomo, menyampaikan perkembangan tersebut pada Kamis, 17 September 2026.
Menurut Cipto, aktivasi IKD mendukung proses digitalisasi pelayanan perlindungan sosial. Namun, ia menegaskan bahwa program IKD merupakan kebijakan pemerintah pusat yang telah berjalan sebelum adanya program Perlinsos.
“Untuk Lombok Timur sendiri punya target 15 persen dari jumlah perekam dinamis yang ada di Lombok Timur. Dari rekam keseluruhan wajib rekam dinamis yang ada di Lombok Timur jumlahnya 1.015.468 jiwa,” kata Cipto.
Ia menjelaskan, dari target 15 persen tersebut, jumlah IKD yang telah terdaftar dan masuk kategori aktif sehingga dapat digunakan saat ini mencapai 124.206 akun atau sekitar 12 persen.
Dengan capaian tersebut, Dukcapil Lombok Timur masih mengejar sekitar 3 persen untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Yang kita kejar tinggal 3 persen. Kita sangat terbantu dengan adanya Perlinsos ini. Otomatis masyarakat yang ingin mengajukan dirinya di Perlinsos secara mandiri, syarat utamanya harus aktivasi IKD,” ujarnya.
Cipto menyebutkan, perkembangan aktivasi IKD di Lombok Timur terlihat signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Juni 2026, capaian aktivasi IKD berada di angka 5 persen. Kemudian meningkat menjadi 8 persen pada Juli, dan mencapai 11,94 persen pada Agustus.
Sementara itu, hingga September 2026, capaian aktivasi IKD telah mencapai sekitar 12,3 persen.
“Perkembangan signifikan memang terlihat mulai dari bulan Juni, Juli, Agustus ini. Pada Juni hanya 5 persen, lalu di bulan Juli 8 persen, di Agustus ini melonjak menjadi 11,94 persen,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan tersebut juga terbantu dengan adanya perpanjangan waktu akses portal Perlinsos hingga akhir tahun.
Dengan sisa waktu yang tersedia, Dukcapil Lombok Timur terus berupaya mengejar target aktivasi IKD melalui berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Untuk mempercepat pencapaian target, pelayanan aktivasi IKD dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT), Mal Pelayanan Publik (MPP), serta pelayanan langsung di kantor Dinas Dukcapil Lombok Timur.
Selain itu, Dukcapil juga melaksanakan pelayanan jemput bola dengan turun langsung ke pemerintah desa (Pemdes) dan sejumlah pusat keramaian.
Cipto berharap, melalui perluasan pelayanan tersebut, masyarakat Lombok Timur dapat memanfaatkan layanan aktivasi IKD sehingga target 15 persen dapat tercapai hingga akhir tahun.
“Dengan sisa waktu yang ada ini kami berharap target tercapai dengan adanya pelayanan yang ada di UPT, MPP, di Dinas serta dengan melakukan pelayanan jemput bola dengan turun ke Pemdes, pusat keramaian untuk membuka pelayanan kepada masyarakat Lombok Timur,” pungkasnya.
(Harianang).

