Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Kemarau panjang berdampak terhadap ketersediaan air baku di sejumlah sumber air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur. Penurunan debit terjadi pada beberapa sumber, sehingga berpotensi memengaruhi pelayanan kepada pelanggan, khususnya di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui rekayasa jaringan distribusi air.
Menurutnya, kondisi pelayanan saat ini belum sepenuhnya seperti pada kondisi normal karena debit di sejumlah sumber mengalami penurunan. Meski demikian, PDAM berupaya mengoptimalkan sumber dan jaringan yang masih tersedia agar kebutuhan pelanggan di Kota Selong dan wilayah sekitarnya tetap dapat dilayani.
“Sejumlah sumber air mengalami penurunan debit akibat kemarau panjang. Namun kami terus melakukan rekayasa jaringan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, meskipun belum seperti kondisi normal,” ujar Sopyan.
Selain melakukan rekayasa jaringan, PDAM Lombok Timur juga menyiapkan dua unit mobil tanki untuk membantu mendistribusikan air bersih ke wilayah selatan yang mengalami kekurangan air.
Sopyan berharap Pemerintah Daerah Lombok Timur dapat menambah armada mobil tanki untuk mendukung pelayanan distribusi air. Pasalnya, dua unit mobil tanki yang dimiliki PDAM saat ini sudah berusia lebih dari 20 tahun.
“Kami berharap ada penambahan mobil tanki karena unit yang tersedia saat ini sudah cukup tua, usianya lebih dari 20 tahun,” katanya.
Sopyan menjelaskan, sumber air PDAM Lombok Timur tersebar dalam tiga zona pelayanan, yakni wilayah utara, tengah, dan selatan. Kondisi debit pada masing-masing sumber tidak sama. Sebagian sumber mengalami penurunan, sementara sumber lainnya masih relatif stabil.
Karena itu, PDAM terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengembangkan sumber-sumber air yang memiliki debit lebih stabil. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketersediaan air baku sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Terlebih, kata Sopyan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih masih cukup tinggi. Saat ini terdapat sedikitnya 2.000 kepala keluarga yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan layanan sambungan PDAM.
“Kami terus mencari sumber-sumber air yang stabil sehingga ke depan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” pungkasnya.
(Harianang).

