Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Dugaan persoalan proyek pengadaan pada Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur tahun 2025 mencuat ke publik.
Persoalan tersebut disebut bermula dari dugaan adanya janji pekerjaan kepada pihak rekanan oleh dua orang yang disebut sebagai staf khusus (stafsus) Bupati Lombok Timur.
Dalam informasi yang dihimpun, pihak rekanan diduga telah menyerahkan uang dengan nilai ratusan juta rupiah setelah terjadi komunikasi terkait rencana pekerjaan tersebut.
Namun, pekerjaan yang dijanjikan disebut tidak terealisasi pada pihak rekanan tersebut. Paket pengadaan kemudian diketahui dilakukan melalui sistem e-katalog dan dimenangkan oleh rekanan lain.
Merasa dirugikan, pihak rekanan disebut sempat meminta penjelasan kepada dua orang yang sebelumnya berkomunikasi mengenai pekerjaan tersebut. Karena tidak mendapatkan kepastian, persoalan itu kemudian dipertanyakan kepada Dinas Kesehatan Lombok Timur.
Informasi yang beredar menyebutkan, pihak rekanan selanjutnya membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan melaporkannya ke Polresta Mataram.
Dalam perkembangan pemeriksaan, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Lalu Aries Fajrozi mengakui dirinya telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait kegiatan Dikes tahun 2025.
“Beberapa waktu yang lalu memang pernah Dinas Kesehatan dimintai keterangan kegiatan di tahun 2025,” kata Aries, Sabtu (3/10/2026).
Aries membenarkan pemeriksaan tersebut berkaitan dengan adanya laporan di Polresta Mataram.
Namun, ia menegaskan keterangan yang diberikan berkaitan dengan kegiatan yang menjadi kewenangan Dinas Kesehatan.
“Kami sudah menjelaskan terkait dengan kegiatan tersebut dan sudah selesai sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.
Ia mengatakan, dirinya memberikan keterangan sesuai kapasitas sebagai kepala Dinas Kesehatan.
“Hanya sebatas itu saja yang kami sampaikan sesuai dengan kapasitas,” ujarnya.
Mengenai persoalan lain yang disebut-sebut berkaitan dengan laporan tersebut, Aries mengaku tidak mengetahui secara detail.
“Kami tidak tahu kalau itu. Kami hanya menjelaskan beberapa kegiatan di tahun 2025 itu saja,” katanya.
Aries juga menyebut pemeriksaan terhadap dirinya berlangsung singkat.
“Pada saat itu kurang dari satu jam saja saya diperiksa,” ungkapnya.
Sementara itu, dua orang yang disebut sebagai staf khusus Bupati Lombok Timur dan dikaitkan dengan dugaan komunikasi proyek tersebut hingga berita ini ditulis belum memberikan klarifikasi.
Upaya konfirmasi kepada pihak Polresta Mataram terkait status laporan, materi pemeriksaan, serta perkembangan penanganan perkara juga masih dilakukan.(TT).

