TAKALAR, Topikterkini.com – Setelah 22 tahun mengabdi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Takalar, Muhammad Hasbi, akhirnya berpamitan dari Pemerintah Kabupaten Takalar. Senin (5/10/2026) menjadi hari terakhirnya berkantor di lingkungan Pemkab Takalar.
Momen perpisahan tersebut berlangsung usai Apel Gabungan ASN Pemkab Takalar. Di hadapan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye dan ratusan ASN, Hasbi menyampaikan keputusan untuk meninggalkan pemerintahan Kabupaten Takalar.
Alumnus IPDN kelahiran 12 Juni 1981 itu selanjutnya memilih melanjutkan pengabdian di Pemerintah Kota Makassar. Keputusan tersebut diambil saat masa pengabdiannya sebagai ASN masih tersisa sekitar 15 tahun.
“Iya benar. Selain karena keluarga berdomisili di Kota Makassar, saya pikir saatnya mencari pengalaman baru. Saya akan mengabdi di Pemerintah Kota Makassar,” kata Hasbi.
Keputusan tersebut tentu bukan perkara mudah. Selama lebih dari dua dekade, Hasbi telah menjadi bagian dari perjalanan birokrasi Takalar, bahkan dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Sekda yang menjadi motor administrasi pemerintahan daerah.
Ia telah melewati sejumlah periode kepemimpinan. Mulai dari era Bupati Syamsari Kitta dan Wakil Bupati Achmad Daeng Sere, masa transisi Pj Bupati Dr. Setiawan Aswad, hingga pemerintahan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Hasbi bahkan sempat dipercaya menjadi Pj Bupati Takalar. Pengalaman panjang tersebut membuatnya menjadi salah satu figur yang memahami secara utuh dinamika birokrasi dan pemerintahan di Butta Panrannuang.
Salah satu catatan penting dari perjalanan Hasbi adalah keberhasilan Pemkab Takalar meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Predikat tersebut menjadi sejarah karena sebelumnya Takalar belum pernah meraih WTP.
“WTP itu bukan soal laporan keuangan, itu soal harga diri daerah,” demikian pesan Hasbi yang kerap disampaikannya kepada para kepala OPD.
Kini Hasbi memilih membuka lembaran baru di Kota Makassar. Meski pergi untuk mencari pengalaman baru, ia memastikan Takalar akan selalu memiliki tempat khusus dalam perjalanan hidupnya. “Takalar yang membentuk saya. Daerah ini tanah tumpah darah saya,” pungkasnya. (*)

