Site icon Topik Terkini

Ridwan Bae Minta Gubernur ASR Intensif Turun ke Daerah dan Serap Aspirasi Rakyat

TOPIKterkini.com – KENDARI | Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Bae, meminta Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), agar lebih intensif turun langsung ke daerah untuk menyerap aspirasi, mendengar keluhan, serta mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ridwan menilai, kepemimpinan daerah tidak cukup hanya mengandalkan laporan administratif dan koordinasi di balik meja. Kehadiran langsung seorang pemimpin di tengah masyarakat sangat diperlukan agar kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi riil dan kebutuhan warga di lapangan.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah provinsi. Karena itu, kunjungan lapangan perlu menjadi bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan, bukan sekadar memenuhi agenda seremonial.

“Kalau gubernur turun langsung, tentu akan lebih mudah mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jangan berkunjung ke daerah hanya karena kegiatan keagamaan, hari jadi kabupaten, atau sekadar bertemu dengan bupati dan perangkatnya,” ujar Ridwan kepada media ini, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, dengan melihat kondisi secara langsung, gubernur dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kebutuhan infrastruktur, kualitas pelayanan publik, serta berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang membutuhkan intervensi pemerintah.

Selain mendorong kunjungan lapangan, Ridwan juga menyarankan agar Gubernur ASR memperkuat koordinasi dengan seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Tenggara, termasuk jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurutnya, rapat koordinasi secara berkala diperlukan sebagai wadah bertukar informasi mengenai persoalan daerah, kebutuhan prioritas masyarakat, serta perkembangan pembangunan di masing-masing kabupaten dan kota.

“Mestinya Gubernur ASR rutin menggelar rapat koordinasi dengan para bupati dan wali kota untuk saling bertukar informasi tentang kebutuhan masyarakat di daerah,” katanya.

Ridwan mengaku belum pernah mendengar adanya rapat koordinasi yang melibatkan seluruh bupati dan wali kota se-Sultra selama kurang lebih dua tahun ASR menjabat sebagai gubernur.

Ia menyarankan agar forum tersebut dilaksanakan setiap tiga bulan sekali atau setidaknya enam bulan sekali. Dengan begitu, pemerintah provinsi dapat memperoleh masukan langsung dari pemerintah kabupaten dan kota sebagai bahan dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Selama dua tahun ini, saya tidak pernah mendengar adanya rapat koordinasi dengan para bupati dan wali kota se-Sultra. Menurut saya, rapat seperti itu sebaiknya dilaksanakan setiap tiga bulan sekali atau minimal enam bulan sekali,” ungkapnya.

Ia menegaskan, komunikasi yang terbuka antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota harus berjalan beriringan dengan pemantauan langsung di lapangan. Dengan demikian, berbagai aspirasi masyarakat tidak hanya berhenti sebagai laporan birokrasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan yang tepat sasaran.

Dalam pandangannya, Ridwan juga mencontohkan pola kepemimpinan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, yang pada masa pemerintahannya kerap melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk berdialog dengan masyarakat.

Menurut Ridwan, komunikasi langsung antara pemimpin dan rakyat merupakan salah satu cara untuk mengetahui persoalan yang belum tentu tergambar secara utuh dalam laporan administratif.

Ia berharap, pendekatan tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi kepemimpinan di Sulawesi Tenggara dengan tetap menyesuaikan kebutuhan, tantangan, serta tata kelola pemerintahan saat ini.

Bagi Ridwan, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan untuk menyerap aspirasi, memahami persoalan secara langsung, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembangunan.

Karena itu, ia kembali mengimbau Gubernur ASR agar lebih sering mengunjungi berbagai daerah di Sulawesi Tenggara dan berdialog langsung dengan masyarakat.

“Saya mengharapkan sekaligus menyarankan kepada ASR untuk turun langsung ke lapangan, mengunjungi daerah-daerah, dan bertemu dengan masyarakatnya agar mengetahui secara nyata apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mereka,” tutup Ridwan Bae.

Exit mobile version