Topikterkini.com.Donggala – Capaian prevalensi stunting di Kabupaten Donggala hingga bulan Agustus tahun 2025 menunjukkan angka 17,3%, berdasarkan hasil penimbangan bulanan melalui data EPPGBM Dinas Kesehatan. Angka ini menurun signifikan dibandingkan target realisasi tahun 2024 yang berada di 29,6%.
“Semoga di akhir tahun ini kita bisa mencapai target nasional. Jika pun belum mencapai 14%, paling tidak kita berharap bisa menekan hingga 18% sebagai batas terendah untuk tahun 2025,” ujar Plt. Kadis P2KB Kabupaten Donggala, Dudi Utomo Adi, Rabu (26/11/2025).
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kerja sama dari berbagai pihak menjadi kunci utama. Dari 158 desa dan 9 kelurahan, seluruh unsur pelaksana di tingkat bawah menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik tahun ini. Pendampingan keluarga berisiko stunting melalui TPK semakin aktif dan terstruktur.
“Saya sangat optimis Kabupaten Donggala dapat menurunkan angka stunting di tahun 2025. Kerja keras teman-teman di desa sangat meningkat,” tegas Dudi.
Beberapa desa bahkan telah mengambil langkah lebih maju. Salah satu desa di Kecamatan Labuan telah menetapkan Peraturan Desa mengenai pelaksanaan posyandu bulanan sebagai bentuk komitmen pencegahan dini. Meski begitu, upaya penguatan pendampingan keluarga berisiko stunting tetap perlu ditingkatkan agar tidak muncul kasus baru.
(Alir).












