TOPIKTERKINI.COM.LOMBOK TIMUR— Seorang oknum koordinator desa (Kordes) yang juga disebut bagian dari tim sukses Iron Edwin, terlihat memanas setelah beredarnya pemberitaan viral terkait dugaan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan modal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Timur.
Isu yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan adanya dugaan pungutan dan pengumpulan berkas oleh oknum tertentu dalam proses pendataan penerima modal UMKM. Akibatnya, sejumlah pelaku UMKM yang dinilai layak justru tidak mendapatkan bantuan.
Menanggapi pemberitaan yang viral tersebut, oknum Kordes di salah satu desa di Kecamatan Suralaga menyampaikan keberatannya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tersinggung dengan adanya penyebutan bahwa UMKM di wilayahnya “menjual puntik dan sebia”, yang menurutnya tidak sesuai fakta.
“Jangan begitu, hati-hati Anda,” ujarnya dengan nada tinggi ketika dikonfirmasi pada Jumat, 28 November 2025.
Ia juga mempertanyakan pihak yang menulis informasi tersebut dan meminta agar klarifikasi dilakukan secara langsung.
“Apa yang membuat saya tersinggung? Saya juga Kordes di sana. Yang saya tidak terima itu yang menyebut UMKM menjual puntik dan sebia,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menantang agar persoalan tersebut dibicarakan secara langsung.
“Lebih baik datang ke rumah saya, saya tunggu,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan modal UMKM di Lombok Timur.
Pemerintah daerah maupun dinas teknis juga belum mengeluarkan pernyataan mengenai isu pungutan data oleh oknum tertentu.(TT).












