JENEPONTO

Membangkitkan Semangat Menulis, Pengalaman Mariana dalam Workshop Penulisan Praktik Baik PAUD HI

0
×

Membangkitkan Semangat Menulis, Pengalaman Mariana dalam Workshop Penulisan Praktik Baik PAUD HI

Sebarkan artikel ini

Jeneponto, Topikterkini.com — Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, Mariana, seorang pendidik di TK DW Paranglambere, Kecamatan Tamalatea, merasakan transformasi yang mengubah pandangannya terhadap dunia penulisan.

Dalam Workshop Penulisan Praktik Baik PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang diselenggarakan oleh PD Himpaudi Kabupaten Jeneponto, Mariana menemukan kembali semangat yang sempat pudar.

Awalnya, Mariana mengikuti workshop ini tanpa niat yang kuat. “Saya hanya berencana untuk duduk sebagai peserta biasa,” ungkapnya.

Namun, keadaan itu segera berubah ketika ia mengetahui tema workshop, yaitu “Penulisan Praktik Baik pada PAUD HI”. Mata dan pikirannya seakan kembali hidup, menyadari bahwa materi tersebut sangat dekat dengan tugas sehari-harinya sebagai pendidik.

Selama workshop, Mariana tersentuh oleh penjelasan tentang cara menulis pengalaman serta menggambarkan proses pembelajaran yang berkualitas. Ia menilai bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat.

Perlahan, rasa malas yang awalnya membayangi dirinya berubah menjadi ketertarikan yang mendalam. Dari posisi awal sebagai penonton pasif, ia mulai aktif mencatat poin-poin penting dan bertanya kepada pemateri.

Bachtiar Adnan Kusuma, seorang penulis buku nasional dan tokoh literasi, sebagai narasumber utama.

Dalam penyampaian materinya, BAK mengungkapkan, “menulis itu mudah Jangan takut salah. Kita akan lakukan proses mentoring sampai buku praktik baik ini terbit.” Pesannya yang sederhana namun mendalam memotivasi Mariana untuk tidak hanya berani memulai menulis, tetapi juga untuk tidak takut gagal.

Ketua PD Himpaudi Jeneponto, Salmawati Paris, juga memberikan dorongan yang berarti. Ia menekankan, “Praktik baik yang sudah dilakukan di sekolah tidak boleh berhenti hanya sebagai pengalaman. Kita akan bukukan, agar dapat dibaca, dipelajari dan diterapkan di mana pun.”

Pernyataan ini membuat Mariana tersadar akan pentingnya mendokumentasikan pengalaman agar bisa bermanfaat bagi pendidik lainnya.

“Workshop ini bukan sekadar kegiatan formal. Ini adalah kesempatan untuk berkembang,” kata Mariana, yang kini berkomitmen untuk menggali pengalaman yang telah ia timbulkan di sekolah. Ia bercita-cita untuk menulis buku yang dapat menjadi panduan bagi rekan-rekan pendidik dan orang tua.

Dengan semangat baru yang lahir, Mariana berharap dapat menuliskan karya-karya bermanfaat dalam dunia PAUD. “Saya berharap, setelah ini, saya bisa menuliskan buku yang ada nama saya sebagai penulisnya. Aamiin,” ungkapnya penuh harapan.

Kegiatan workshop tersebut tidak hanya menjadi wadah berbagi ilmu, tetapi juga menciptakan jaringan antarpendidik untuk saling mendukung dan menguatkan budaya literasi di kalangan guru PAUD. Semangat antusiasme peserta terlihat jelas selama sesi materi, diskusi, hingga praktik penyusunan draft tulisan.

Dengan adanya workshop ini, PD Himpaudi Jeneponto berharap lahir penulis-penulis baru dari kalangan guru PAUD yang dapat menginspirasi dan meningkatkan mutu layanan PAUD di Kabupaten Jeneponto.

Pengalaman Mariana menggambarkan harapan dan semangat baru bagi banyak pendidik lain di daerah ini, di mana pendidikan yang lebih baik dimulai dari kemampuan untuk berbagi dan mendokumentasikan pengalaman. Semoga langkah ini menjadi awal yang positif bagi masa depan pendidikan anak usia dini di Jeneponto. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *