BeritaDAERAHEKONOMINTB

Cuaca Ekstrem Terjang Pantai Kura-Kura, Brimob Sigap Tangani Aduan Warga dan Atur Lalu Lintas

71
×

Cuaca Ekstrem Terjang Pantai Kura-Kura, Brimob Sigap Tangani Aduan Warga dan Atur Lalu Lintas

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com. LOMBOK TIMUR— Cuaca ekstrem melanda kawasan Pantai Kura-Kura, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (—) malam, sehingga acara puncak Sorok Nyale dalam rangkaian Festival Bau Nyale terpaksa dihentikan.

 

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan tenda dan kepanikan warga di sekitar lokasi kegiatan.

 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.15 WITA, diawali dengan hujan berintensitas sedang yang kemudian disertai angin kencang. Kondisi cuaca memburuk dalam waktu singkat hingga membuat sejumlah tenda pemukiman warga dan tenda kegiatan masyarakat beterbangan serta mengalami kerusakan.

 

Situasi tersebut memicu kepanikan, terutama di kalangan warga yang masih berada di area pemukiman sekitar lokasi acara. Dalam kondisi itu, beberapa orang tua dilaporkan kehilangan anaknya akibat terpisah dari rombongan saat hujan dan angin kencang melanda.

 

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Brigade Mobil (Brimob) yang sedang melaksanakan pengamanan Festival Bau Nyale segera bertindak cepat. 

 

 

Bersama panitia, Brimob melakukan pendataan, pencarian anak-anak yang terpisah, serta pengamanan lokasi guna memastikan keselamatan masyarakat.

 

Selain itu, personel Brimob juga melakukan pengaturan lalu lintas pada malam hari di tengah cuaca ekstrem, menyusul meningkatnya arus warga yang memilih meninggalkan lokasi acara demi keselamatan.

 

Akibat cuaca buruk tersebut, sebagian besar pengunjung memutuskan untuk membubarkan diri karena tenda dan fasilitas istirahat tidak lagi aman digunakan serta adanya kekhawatiran cuaca ekstrem berlanjut.

 

Meski acara puncak Sorok Nyale tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aparat keamanan bersama panitia terus melakukan pemantauan hingga situasi dinyatakan relatif aman dan kondusif.

 

Festival Bau Nyale merupakan tradisi budaya tahunan masyarakat Lombok yang selalu menarik minat warga lokal maupun wisatawan.

 

Komandan Kompi 3 Yon B Lombok Timur AKP I Wayan Putu Susena menyebut ini bagian tugas kami untuk melayani megayomi masyarakat.

 

“Anggota berimob tetap andil di hadapan masyarakat untuj menjaga kondusifitas acara bau nyale,” Katannya.

 

 

 Namun, kejadian ini menjadi pengingat bahwa faktor cuaca dan kondisi alam perlu menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan kegiatan berskala besar, khususnya di wilayah pesisir.

 

Panitia dan aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca, terutama saat mengikuti kegiatan di ruang terbuka.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *