BANJARMASIN,TopikTerkini.com –Puskesmas Teluk Tiram Kecamatan Banjarmasin Barat menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor sebagai forum evaluasi capaian program dan penguatan kerjasama lintas sektor periode Januari hingga September 2025.
Kegiatan yang menghadirkan 40 undangan lintas sektor ini menjadi ruang diskusi terbuka terkait kendala dalam pencapaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kepala Puskesmas Teluk Tiram,dr. Hidayati,M.M.didampingi Bidan Koordinator Elli Novitasari,Tr.Keb.memaparkan dari 12 indikator SPM, sebanyak 8 indikator telah memenuhi bahkan melampaui target di atas 70 persen pada evaluasi periode Januari-September.
“Alhamdulillah dari 12 indikator itu, 8-nya sudah bagus, sudah memenuhi target, sudah 70 persenan ke atas,” ujar dr. Hidayati.
Ia mengakui, masih terdapat 4 hingga 5 indikator yang menjadi pekerjaan rumah bersama, meliputi kesehatan ibu hamil, persalinan, balita, usia lanjut, dan penemuan kasus HIV. Menurutnya, Puskesmas tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan lintas sektor.
“Forum Lokmin ini menjadi ruang untuk mencari kendala, solusi, dan tindak lanjut bersama,” tegasnya.
Dari sisi epidemiologi, hipertensi masih menjadi persoalan kesehatan paling menonjol di wilayah Teluk Tiram dan Telawang. Puskesmas terus mendorong edukasi pencegahan melalui gerakan CERDIK: Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.
Sinergi lintas sektor menjadi poin krusial untuk mengejar mutu pelayanan 100 persen. Hal itu tercermin dari daftar hadir yang melibatkan Camat Banjarmasin Barat, Lurah Telawang, Lurah Teluk Tiram, Babinsa Telawang, Bhabinkamtibmas Telawang dan Teluk Tiram, Babinsa Teluk Tiram, Ketua RT 20 sampai RT 35 Telawang dan Teluk Tiram, Polri, serta para kader.
“Harapan kita di lintas sektor adalah kontribusi dari para RT RW membantu untuk mensosialisasikan ke masyarakat, kemudian melaporkan jika ada hal-hal yang memang harus mereka rujuk ke Puskesmas,” kata dr. Hidayati.
Untuk penguatan ke depan, Puskesmas menyiapkan sejumlah terobosan, mulai dari edukasi kesehatan yang lebih viral melalui media sosial Promkes secara harian dan mingguan, peningkatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), menggandeng LSM dan penjangkau sasaran, hingga masuk ke perusahaan-perusahaan untuk layanan medical check-up gratis setahun sekali dengan meningkatkan peran kader Posyandu.
Selain itu, pembenahan sistem administratif juga menjadi prioritas agar pelayanan lebih mudah dipahami masyarakat dan tidak bertele-tele. Sosialisasi akan dilakukan melalui spanduk alur layanan dan produk layanan, termasuk untuk mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Dari sisi pengembangan layanan, Puskesmas Teluk Tiram juga menyiapkan layanan USG ibu hamil, USG payudara, serta program upaya berhenti merokok, dengan dukungan penuh 40 Ketua RT untuk mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, humanis, dan berkeadilan.
Jurnalis : Danu
Editor : Muhammad Nanda
Sumber : Puskesmas Teluk Tiram











