BUOLSULTENG

Buka Sosialisasi dan Diseminasi Proyek Perubahan Sekwan, Ini Harapan PJ Sekda Buol

55
×

Buka Sosialisasi dan Diseminasi Proyek Perubahan Sekwan, Ini Harapan PJ Sekda Buol

Sebarkan artikel ini
Buka Sosialisasi dan Diseminasi Proyek Perubahan Sekwan, Ini Harapan PJ Sekda Buol

Topikterkini.com.|Buol – PJ (Penjabat) Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buol, Ir. Usman Hasan, M.Si., membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Rancangan Proyek Perubahan yang diselenggarakan Sekertaris DPRD Buol, Munawir A. Nouk, S.STP., di ruangan rapat Bapemperda, Selasa, 4 Juni 2024.

Sosialisasi dan Diseminasi Rancangan Proyek Perubahan, Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat Dua (2) mengambil tema “memperkuat aspirasi rakyat membangun sistem layanan terpadu anggota DPRD.

Dalam kegiatan tersebut turut di ikuti oleh Camat dan Lurah se-Kabupaten Buol, pegawai Administrator dan Fungsional Pemda Buol, dan dihadiri Pimpinan DPRD Buol Ahmad Takuloe, SH (Wakil Ketua I DPRD Buol), jajaran Sekretariat DPRD Buol, dan insan Pers.

Pj Sekda, Usman Hasan di dalam sambutannya mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan ini, ia menjelaskan dengan pola pelatihan yang ada sekarang ini berbeda dengan pelatihan-pelatihan sebelumnya.

Pelatihan sebelumnya, kata dia, selama lebih dari 2 bulan itu berada di dalam kelas kecuali pada saat melakukan visitasi dan kunjungan lainnya itu berada diluar.

“Kalau sekarang ini lebih banyak di luar dilaksanakan secara mandiri, jadi ini juga sangat tergantung kepada integritas daripada peserta pelatihan,”ujarnya saat membuka pelatihan.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung karena apa yang mau dilakukan ini bukan hanya formalitas justru model penelitian seperti dilakukan agar betul-betul setelah selesai mengikuti pelatihan maka ilmu yang didapatkan inovasi yang ditawarkan seperti ini itu betul-betul bisa diterapkan di instansi yang dipimpinnya,”jelasnya.

Dia juga mengatakan di era sekarang ini, setiap OPD diwajibkan minimal memiliki satu inovasi yang dilakukan, maka dari itu setiap pemimpin di instansi harus memiliki suatu gagasan.

Lebih lanjut, perubahan yang begitu cepat harus di imbangi dengan kemampuan, warna sistem pemerintah dalam beradaptasi terhadap kondisi lingkungan strategis dalam hal ini seorang pemimpin merupakan sosok kunci dalam membawa organisasi agar bisa bergerak lebih lincah terhadap segala perubahan yang terjadi.

Kata dia, maju mundurnya sebuah organisasi berada pada pimpinannya, karena ia akan menjadi nahkdoa yang membawa organisasi, cara yang benar untuk mencapai tujuan seorang pemimpin perlu dibekali dengan kemampuan.

Maka melalui pelatihan kepemimpinan tingkat dua ini peserta dapat memimpin sebuah perubahan di instansinya, dalam hal ini peserta perlu menemukan, mengenai dan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi organisasi kemudian menggagas inovasi dalam bentuk perubahan yang selanjutnya akan dilaksanakan atau ditindaklanjuti setelah selesai pelatihan.

Menurutnya, dalam upaya mengelola proyek perubahan di instansi yang dipimpin tentu saja akan ada gagasan yang beragam, setuju dan tidak setuju, menurut dia, di sinilah seorang pemimpin harus mampu meyakinkan tidak hanya kepada atasannya tetapi juga kepada pegawai yang berada di bawahnya untuk mengikuti gagasan perubahan yang telah dibuat.

“Karena pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang ketika mau mengambil suatu keputusan akan menyampaikan melaksanakan suatu ide gagasannya, maka pemimpin itu harus melibatkan bawahannya,” lanjutnya.

Perubahan harus dimulai dari pucuk pimpinan melalui komitmen pimpinan organisasi untuk melakukan perubahan yang akan diikuti oleh pegawai di bawahnya, karena keberhasilan reformasi beroperasi berada pada kepastian pemimpin organisasi dalam mengelola perubahan.

“Jadi pemimpin itu harus bisa menjadi tauladan bagi bawahannya, Pemimpin harus mampu menggugah semangat kerja bawahannya termasuk juga harus senantiasa memberikan dorongan motivasi semangat kerjanya agar dia bisa bekerja dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, “tambahnya.

Pada hakikatnya, membahas reformasi birokrasi maka sebetulnya yang akan dilakukan adalah suatu upaya bagaimana melakukan pembaharuan dan perubahan secara mendasar atas pelaksanaan sistem penyelenggaraan pemerintahan yaitu secara kelembagaan, organisasi dan juga tatalaksananya.

“Saya berharap agar dengan proyek perubahan yang akan dilaksanakan tidak hanya menjadi persyaratan dalam mengikuti pelatihan kepemimpinan tingkat 2, tetapi menjadi inovasi di sekretariat DPRD Kabupaten Buol yang akan membantu anggota DPRD secara efektif dan efisien,”tutup Usman Hasan.

 

Liputan : MR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *