TAKALAR

Lakindo Ungkap Dugaan Setoran Fee Proyek P3A-TGAI Takalar

262
×

Lakindo Ungkap Dugaan Setoran Fee Proyek P3A-TGAI Takalar

Sebarkan artikel ini

TOPIKterkini.com, TAKALAR — Tim Investigasi Lembaga Analisis Anti Korupsi Indonesia (Lakindo) mengungkap adanya dugaan setoran fee oleh beberapa kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) terkait dengan pekerjaan proyek P3A-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi).

Informasi ini diungkap setelah Tim Lakindo melakukan investigasi mendalam di lapangan. Adapun besaran fee yang disetor oleh masing-masing kelompok nilainya bervariasi.

Selain proses pengerjaan P3A-TGAI terkesan dikerjakan asal jadi, Lakindo juga menemukan adanya Setoran Fee yang mengalir.

“Ada beberapa Kelompok P3A selaku pelaksana P3A-TGAI yang dikonfirmasi mengaku telah menyetor uang puluhan juta rupiah,” beber Arsyadleo kepada wartawan, Sabtu (3/8/2024).

Direktur Lakindo Takalar ini mengungkapkan bahwa, beberapa anggota P3A mengaku telah menyetor sejumlah uang kepada oknum yang ditunjuk sebagai koordinator tim.

“Beberapa anggota kelompok mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum yang ditunjuk sebagai koordinator tim,” kata Arsyadleo. 

Diketahui bahwa, koordinator atau penanggungjawab tim yang menerima setoran uang puluhan juta rupiah tersebut adalah “N” dan “T”. Keduanya diketahui merupakan tim salah satu anggota DPR-RI dari partai berlambang pohon Beringin.

Selain “N” dan “T”, seseorang inisial “J” juga disebut-sebut sebagai penanggungjawab kordinator kabupaten.

Atas kejadian itu, Lakindo menuntut pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat dan memastikan bahwa setiap proyek dijalankan sesuai dengan prosedur yang benar tanpa adanya pungutan liar.

“Kami siap untuk bekerjasama dengan pihak berwajib dalam mengungkap dan memberantas praktek-praktek korupsi semacam ini,” tambah Direktur Lakindo.

Ia berharap bahwa dengan adanya perhatian serius dari pihak berwenang, kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek pembangunan pemerintah dapat dipulihkan.

Kasus ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk media dan lembaga swadaya masyarakat lainnya, yang mendesak agar investigasi lebih lanjut dilakukan dan langkah-langkah pencegahan diterapkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *